Rabu, 22 April 2026

Jendela Dunia

Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi

Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi

Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
Twitter @ura_ru
Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi 

SURYAMALANG.COM - Cinta terlarang antara seorang profesor dengan mahasiswanya di Rusia berakhir tragis. 

Duet profesor dan mahasiswa di Rusia ini bahkan sempat melakukan sebuah projek bersama. 

Namun sayang nasib mereka harus berakhir tragis saat sang profesor memutuskan untuk membunuh dan memutilasi kekasih yang juga mahasiswanya sendiri. 

Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi
Cinta Terlarang Profesor dan Mahasiswa Berakhir Tragis, Kerjakan Projek Bareng Endingnya Dimutilasi (wartakota.com)

Kabar mengejutkan datang dari seorang profesor sejarah terkenal di Rusia yang ketahuan menjalin cinta terlarang dengan mahasiswanya sendiri. 

Tak hanya itu, profesor terkenal ini pun juga memutuskan untuk membunuh dan memutilasi tubuh mahasiswanya. 

Sosok profesor yang tega membunuh mahasiswanya sendiri itu bernama Oleg Sokolov dan sang kekasih yang juga menjadi korban mutilasi adalah Anastasia Yeshchenko.

Aksi sadir Oleg Solokov yang membunuh dan memutilasi tubuh Anastasia Yeshchenko pertama kali diketahui saat ditemukan potongan tangan di tasnya. 

Ketika itu Oleg Solokov yang tengah mabuk jatuh ke dalam sungai ketika berusaha untuk membuang potongan tubuh yang telah ia mutilasi

Setelah menemukan Sokolov, polisi akhirnya menemukan potongan jenazah Anastasia Yeshchenko (24) di kediaman sang profesor di St Petersburg.

Dilaporkan BBC Minggu (10/11/2019), Sokolov merupakan pakar mendiang Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte yang pernah mendapat Légion d'Honneur.

"Dia mengakui kejahatannya," ujar pengacaranya, Alexander Pochuyev kepada AFP.

v
Anastasia Yeshchenko(Twitter @ura_ru)

Dia menambahkan kliennya itu menyesal dan siap bekerja sama dengan polisi.

Kepada penyidik, Sokolov mengungkapkan dia membunuh sang kekasih dalam sebuah argumen, dan kemudian memutilasi kepala, tangan, dan leher.

Dikatakan bahwa setelah dia membuang  seluruh potongan jenazah Yeshchenko, dia berniat bunuh diri dengan berdandan ala Napoleon.

Pochuyev melanjutkan, kliennya yang saat ini tengah mendapat perawatan karena mengalami hipotermia, kemungkinan terserang stres.

Siapa Anastasia Yeshchenko?

Anastasia Yeshchenko diketahui merupakan mahasiswa  Oleg Sokolov yang baru berusia 24 tahun. 

Anastasia Yeshchenko dilaporkan pindah ke St Petersburg dari Region Krasnodar di selatan Rusia, dan menjadi mahasiswi pascasarjana ketika dia tewas.

Seorang teman Yeshchenko kepada RIA menceritakan, korban adalah sosok gadis yang pendiam, namun manis dan menjadi sosok pelajar teladan.

"Setiap orang tahu tentang mereka," ujar si teman anonim ketika ditanyakan apakah dia mengetahui soal hubungan Sokolov dan Yeshchenko.

Anastasia Yeshchenko belajar tentang sejarah Perancis, dan bersama Profesor Sokolov, sempat menulis sejumlah buku.

Keduanya disebut menikmati berdandan dengan mengenakan pakaian zaman dulu.

Ibu Yeshchenko diketahui merupakan polisi dengan pangkat letnan kolonel, dengan ayahnya adalah guru.

Dia mempunyai saudara yang sempat berposisi kiper di tim nasional junior.

Siapa Oleg Sokolov?

Para mahasiswanya menggambarkan Oleg Sokolov sebagai sosok dosen bertalenta yang fasih dalam berbahasa Perancis, dan menggandrungi Napoleon.

c
 Profesor Oleg Sokolov(Twitter @ura_ru)

Pria 63 tahun itu juga dianggap "aneh" karena sering memanggil selingkuhannya itu sebagai "Josephine", dan minta dipanggil "Sire (Tuan)".

Oleg Sokolov juga menjadi anggota Institut Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Politik Perancis (Issep) yang menyatakan sudah mencoretnya dari daftar.

"Kami sudah mengetahui horor itu, dan tidak bisa membayangkan dia bisa melakukan aksi sekeji itu," terang Issep dalam pernyataan resmi.

Hubungan terlarang antara Oleg Sokolov dan mahasiswanya itu sudah terjalin sejak tiga tahun yang lalu sebelum akhirnya nyawa Anastasia Yeshchenko hilang di tangan sang profesor

PNS Bunuh dan Mutilasi Rekan Kerja karena Tidak Sepaham Soal Pekerjaan

Seorang wanita sangat membenci rekan kerjanya, lalu memutilasi korban dan membuang tubuhnya ke sungai Canal du Midi di Kota Toulouse, Prancis

Ia adalah Sophie Masala, berusia 55 tahun, memiliki kebencian mendalam untuk Maryline Planche (52), setelah keduanya tidak sepaham tentang pekerjaan.

Mereka berdua adalah pegawai negeri sipil yang mengelola dana untuk para penyandang cacat.

Sophie Masala (kiri) membunuh Maryline Planche.
Sophie Masala (kiri) membunuh Maryline Planche. (Metro)

Sophie mengaku membunuh Maryline di apartemen korban pada Mei 2016 lalu, setelah keduanya berdebat.

Ia pun mendatangi apartemen Maryline di Toulouse.

Sesampainya di sana, Sophie lalu menyerang Maryline dengan botol, lalu memutilasi tubuh korban pakai gergaji.

Sophie mengubur kepala korban di sebuah taman komplek apartemen, dan menggali lubang pakai sendok sup.

Bagian tubuhnya yang lain, dimasukkan ke dalam lima kantong, dan dibawa menggunakan troli supermarket. Kantongan itu kemudian dibuang di sungai.

Ibu dua anak ini berkata pada jaksa, bahwa dia melakukannya tidak sengaja. Tapi jaksa tidak percaya, dan menyebut pembunuhan ini sudah direncanakan.

Hakim David Senat, mengaku heran dengan alasan kecil pemicu pembunuhan ini.

“(Mereka) tidak sepaham soal pengarsipan dokumen, tentang tugas di kantor, serta menghormati kehidupan pribadi mereka. Selalu ada kecemburuan dalam urusan pekerjaan, tapi bagaimana itu bisa menjadi kebencian yang begitu kuat?” sebutnya.

Saksi, rekan di tempat kerja, mengklaim bahwa Sophie adalah orang yang terlalu banyak omong, sedang Maryline adalah staf yang sopan dan sangat baik di Asosiasi Pengelolaan Dana untuk Penyandang Cacat.

Putusan pengadilan dilakukan pada Jumat (25/10/2019), dan diperkirakan Sophie akan mendapat hukuman penjara seumur hidup.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved