Kabar Sampang
Pantai Lon Malang, Tempat Irigasi Sawah yang Berubah Jadi Destinasi Wisata Paling Ramai di Sampang
Dulu Pantai Lon Malang hanya tempat irigasi air sawah menuju laut di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang.
Laporan wartawan : Hanggara Pratama
SURYAMALANG.COM – Dulu Pantai Lon Malang hanya tempat irigasi air sawah menuju laut di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang.
Dalam waktu dua tahun, pantai tersebut disulap menjadi destinasi wisata paling ramai di Sampang.
Nama Lon Malang diambil dari kata Solon Malang.
Solon berarti saluran air (irigasi), dan Malang berarti melintang.
Jadi Lon Malang adalah saluran air yang melintang.
“Lalu orang Madura mengambil gampangnya sehingga menjadi Lon Malang,” kata Mastuki, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Lon Malang kepada SURYAMALANG.COM.
Wisata Lon Malang dibangun dari swadaya masyarakat sejak tahun 2017.
“Awalnya warga Desa Bira Tengah menanam pohon Cemara di area wisata, kemudian disusul dengan pembangunan lain,” tutur Mastuki.
Wisata Lon Malang mendapat perhatian khusus dari Pemkab Sampang dengan memberi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan destinasi wisata itu pada tahun 2019.
“Saat itu Pantai Lon Malang sudah beroperasi,” ucapnya.
Kini pembangunan Pantai Lon Malang terus berkembang,
Pihaknya memiliki keinginan menjadikan Desa Bira Tengah menjadi desa yang aktif mendukung program pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Adanya wisata Lon Malang ini agar mampu mengangkat perekonomian masyarakat Sampang, khusunya Desa Bira Tengah,” terangnya.
Untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, Desa Bira Tengah terus mengembangkan pariwisata desa.
Program tersebut merupakan program utama desa yang terletak di pesisir utara Sampang tersebut.
“Kami terus menghangatkan pembangunan wisata Lon Malang, dalam segi infrastruktur dan penambahan variasi spot yang Instagramebel,” kata Mastuki.
Dia menilai pengembangan wisata harus dilakukan agar fasilitas wisata terpenuhi.
“Spot-spot yang menarik akan membawa daya tarik bagi pengunjung. Ketika banyak pengunjung tentunya akan berpengaruh pada pendapatan warga Desa Bira Tengah,” ujarnya.
Para pekerja di Pantai Lon Malang merupakan warga Desa Bire Tengah, seperti penjaga tiket, juru parkir, atau petugas kebersihan.
“Para pedagang di dalam maupun di luar area wisata juga merupakan warga Desa Bire Tengah,” jelas Mastuki.
Pria warga asli Desa Bira Tengah ini menyampaikan pembangunan wisata tersebut mendapat dukungan penuh dari semua pihak, terutama tokoh agama.
Sebab hal ini merupakan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Kami yakin sektor pariwisata akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” imbuhnya.
Sejumlah pedagang lebih terbantu dengan terbangunnya wisata Lon Malang.
Seperti yang dialami Riskiyah. Pedagang rujak ini mampu menyekolahkan dua anaknya dari hasil jualan di Lon Malang.
“Sebelumnya saya hanya jualan di depan rumah yang hanya berpenghasilan pas-pasan,” katanya.
Pedagang yang sudah berjualan selama dua tahun setengah itu mengaku penghasilannya naik drastis ketika jualan di Lon Malang.
Saat ramai, Riskiyah bisa mendapat keuntungan sampai Rp 300.000 per hari.
Biasanya kondisi Lon Malang ramai pada akhir pekan, atau hari libur lain.
“Kalau biasanya menyediakan 1 Kg beras, saya bisa menyediakan 5 Kg beras kalau Hari Raya Idul Fitri dan Maulid Nabi,” ucap Riskiyah.