Kamis, 23 April 2026

Universitas Brawijaya Malang

Universitas Brawijaya (UB) Malang Sediakan 51 Sumber Beasiswa bagi Para Mahasiswa

UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB) MALANG - 70 persen beasiswa bersumber pada APBN. Lainnya ada dari BUMN, swasta, IKA UB, yayasan dan lain-lain.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
sylvianita widyawati
Wakil Rektor III Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 51 sumber beasiswa disediakan oleh Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mahasiswanya setiap tahunnya.

Menurut Wakil Rektor III Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi, sumber beasiswa berasal dari APBN dan non APBN.

"Dari APBN adalah Bidik Misi, PPA dan afirmasi," jelas Abdul Hakim kepada Suryamalang.com, Jumat (15/11/2019).

Sebanyak 70 persen beasiswa bersumber pada APBN. Sedang yang lainnya ada dari BUMN, swasta, IKA UB, yayasan dan lain-lain.

Sedang secara umum, jangkauan beasiswa ke 60 persen mahasiswa aktif S1 dan vokasi di UB. "Sisanya membayar sesuai UKT (Uang Kuliah Tunggal)," kata Hakim.

Banyaknya sumber beasiswa disosialisasikan ke para wakil dekan III di tiap fakultas juga ke UKM-UKM. Sedang persyaratan mendapat beasiswa memang ada. Seperti penerima Bidik Misi adalah mahasiswa dari keluarga tidak mampu namun pintar. Karena itu ada tuntutan IP harus 3 ke atas.

Ia tidak ingin mahasiswa UB tidak bisa melanjutkan kuliah karena tidak masalah keuangan. Ia mencontohkan ada kasus mahasiswa semester IV orangtuanya meninggal sehingga tidak bisa membayar kuliah.

"Kita carikan solusinya. Ada juga yang enam semester tidak membayar kuliah dan ingin mundur, ya kita bantu," paparnya. Sedang dari afirmasi, terutama bagi mahasiswa dari Papua, Papua Barat dan daerah 3T.

"Sejumlah PTN jadi mitra pemerintah untuk beasiswa afirmasi. Rata-rata mendapat 30 an mahasiswa dan disebar ke fakultas-fakultas yang ada," kata Hakim.

Jumlah penerima Bidik Misi UB tahun ini sebanyak 1425 orang. Ini dari sistem online dan offline. Online itu dilakukan calon mahasiswa baru lalu saat mendaftar. Sedang bidik misi offline adalah mahasiswa yang sedang kuliah.

Sementara itu para penerima bidik misi juga mendapat pembinaan dari kampus setelah berjalan dan dievaluasi.

"Mereka juga didorong aktif di kegiatan kemahasiswaan," tambah Ilhamuddin SPSi MA. Aktif di kegiatan juga akan menambah softskill mereka selain bagus di akademik.

Sementara itu pada Rabu (13/11/2019) diadakan workshop " Peningkatan Softskill dan Pengembangan Karakter untuk Mahasiswa Bidikmisi Angkatan 2019" di gedung Samantha Krida.

Narasumber kegiatan ini adalah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Pertanian Dr Ir Yusuf Hendrawan MS, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian, Dr Agr Sc Hagus Tarno SP MP serta Ilhamuddin SPsi MA sebagai staf ahli WR III.

Dalam materinya Yusuf Hendrawan memberikan kunci sukses dalam meningkatkan kemampuan softskills.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved