Jendela Dunia

Penampakan Anjing Macan Milik Petani di India yang Berhasil Buat Monyet Kabur

Penampakan Anjing Macan Milik Petani di India yang Berhasil Buat Monyet Kabur

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Oddity Central via Kompas.com
Penampakan Anjing Macan Milik Petani di India yang Berhasil Buat Monyet Kabur 

SURYAMALANG.COM - Penampakan anjing macam milik petani di India berhasil mencuri perhatian. 

Sosok anjing macan milik petani di India ini pun berhasil untuk membuat monyet yang sering menganggu kabur dari wilayah tersebut. 

Kisah petani yang mengubah tampilan anjingnya sampai menyerupai macan ini pun menjadi viral. 

Hal ini bermula saat daerah tempat tinggal seorang pertani di India kerap menerima gangguan dari monyet yang merusak lahan pertanian. 

Sosok petani di Karnataka India ini pun memiliki ide tak biasa sekaligus unik untuk mengusir kawanan monyet.

Petani di India yang diketahui bernama Srikant Gownda, memutuskan mengecat tubuh anjing peliharaannya seperti macan demi menakuti kawanan monyet. 

Lalu apakah cara ini berhasil? 

Dilansir via Kompas.com, Srikant Gowda menjadi perbincangan internasional setelah menggunakan cat rambut untuk memberikan belang-belang khas harimau.

Inilah penampakan seekor anjing yang dicat seperti macan. Petani bernama Srikant Gowda itu memutuskan mengecat anjingnya untuk menakuti monyet.
Inilah penampakan seekor anjing yang dicat seperti macan. Petani bernama Srikant Gowda itu memutuskan mengecat anjingnya untuk menakuti monyet. (Oddity Central via Kompas.com)

Kebetulan, tubuh si anjing sudah oranye.

Jadi, yang perlu Gowda lakukan adalah menambahkan belang supaya mirip.

Gowda mengaku, cara itu dia lakukan dengan harapan bisa menakuti kawanan monyet yang selama ini sering menyerbu sawahnya.

Dilansir Oddity Central via Kompas.com, Senin (2/12/2019), si petani mendapat ide itu empat tahun lalu saat berkunjung ke Uttara Kannada, India.

Di Bhatkal, dia melihat ada petani yang menggunakan boneka macan.

Awalnya terlihat konyol hingga Gowda mencobanya sendiri.

Dia melihat cara itu berhasil.

Tapi, dia perlu memikirkan metode lain karena dia tahu, monyet-monyet itu tak akan tertipu dalam waktu lama.

Jadi, dia pun membubuhkan belang ke tubuh anjingnya, dan memasang poster harimau untuk memaksa primata itu tak mendekati sawah.

Dia mengklaim, keputusannya mengecat tubuh anjingnya tidak akan memberikan efek.

Sebab, cat itu akan luntur setelah satu bulan.

Dilaporkan media lokal India The Youth, tindakan Gowda dilaporkan menginspirasi petani lain melakukan hal serupa.

Dijarah Ratusan Monyet, Petani di Kaki Gunung Lawu Gagal Panen

Petani di Desa Gonggang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, gagal panen karena tanaman mereka dijarah oleh ratusan monyet yang hidup di hutan pinggir desa.

Kepala Desa Gongang Kusnaini mengatakan, kawanan monyet dulu jumlahnya hanya puluhan ekor, tetapi saat ini sudah mencapai ratusan ekor.

Kawanan monyet tersebut enggan kembali ke hutan karena mudah mendapatkan makanan dari tanaman petani.

Populasinya berkembang pesat, monyet di Desa Gonggang sering menjarah tanaman petani, sehingga membuat para petani sering mengalami gagal panen.
Populasinya berkembang pesat, monyet di Desa Gonggang sering menjarah tanaman petani, sehingga membuat para petani sering mengalami gagal panen. (KOMPAS.com/SUKOCO)

“Sekitar 4 tahun lalu itu berkembang dan tidak mau pindah lagi ke hutan. Populasinya cepat banget itu. Tahun 2017 itu sudah hampir 200, sekarang ini berkisar 300-400,” ujar Kusnaini saat dihubungi, Senin (28/10/2019).

Sejak ratusan monyet sering menjarah tanaman, para petani sering mengalami gagal panen.

Apalagi, tahun ini kemarau panjang juga melanda lahan pertanian warga di Desa Gonggang.

“Beberapa tahun ini memang betul gagal tani, gagal tanaman, gagal dengan monyet itu. Tidak bisa tanam jangung, tidak bisa tanam ketela, tidak bisa tanam apa pun, habis,” kata Kusnaini.

Kusnaini mengaku telah melaporkan permasalahan warga ke pemerintah daerah. Namun, sampai saat ini belum ada solusi yang diberikan.

Sejumlah upaya pengusiran telah dilakukan warga dari menggunakan peledak, jaring, bahkan mengecat sejumlah monyet dengan cat belang-belang.

Namun, upaya itu juga gagal mengusir monyet.

“Yang paling parah di Dukuh Candid dan Temple. Semua usaha sudah kami lakukan, mereka lari ke hutan, tapi balik lagi,” ucap Kusnaini.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved