Rabu, 27 Mei 2026

Nasional

Bocor Isi Chat WhatsApp Mantan Kepsek Pada Siswi di Bali, Terselip Rayuan Maut Bak Mantan Pacar

Bocor Isi Chat WhatsApp Mantan Kepsek Pada Siswi di Bali, Terselip Rayuan Maut Bak Mantan Pacar

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Tribun Bali
Bocor Isi Chat WhatsApp Mantan Kepsek Pada Siswi di Bali, Terselip Rayuan Maut Bak Mantan Pacar 

Dari pantauan, DNT bersama pihak komite sekolah, dan sejumlah orangtua siswa mendatangi kantor Disdikpora Buleleng sekira pukul 14.00 wita.

DNT (tengah) bersama pengurus sekolah saat mendatangi kantor Disdikpora Buleleng, Selasa (3/11/2019) untuk memberikan klarifikasi. Seminggu yang lalu saat masih menjabat sebagai kepala sekolah, DNT nekat mengirimkan pesan singkat bernada rayuan kepada sejumlah siswanya.
DNT (tengah) bersama pengurus sekolah saat mendatangi kantor Disdikpora Buleleng, Selasa (3/11/2019) untuk memberikan klarifikasi. Seminggu yang lalu saat masih menjabat sebagai kepala sekolah, DNT nekat mengirimkan pesan singkat bernada rayuan kepada sejumlah siswanya. (TRIBUN BALI/RATU AYU DESIANI)

Pertemuan ini digelar selama satu setengah jam, dan tertutup dari awak media.

Seusai pertemuan, DNT bersama pihak komite sekolah kompak enggan memberikan komentar.

Demikian dengan para orangtua siswa, memilih untuk bergegas meninggalkan kantor Disdikpora Buleleng. "Ampura saya tidak bisa memberikan komentar," ucap DNT.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Darmaja tidak menampii jika oknum kepala sekolah yang baru pensiun berinisial DNT telah mengirim pesan singkat bernada rayuan kepada sejumlah siswinya sejak seminggu belakangan ini.

Namun Gede Darmajaya baru mengetahui hal tersebut pada Senin (2/11/2019), atau sehari setelah sang kepala sekolah pensiun.

Sehingga pihaknya mencoba untuk menggali keterangan langsung dari DNT serta orangtua siswa.

"Berawal dari chating, guyonan menjadi penyebab. Yang bersangkutan sudah pensiun per 1 Desember kemarin," katanya.

Sementara terkait tuntutan dari para orangtua siswa, hanya ingin agar DNT jujur, sehingga permasalahan menjadi lebih jelas.

Dari pertemuan itu, DNT akhirnya mengakui bahwa dirinya telah mengirim pesan bernada rayuan kepada sejumlah siswinya.

Setelah mendapat pengakuan dari DNT, Darmaja mengklaim jika permasalahan ini sudah selesai.

"Tadi yang bersangkutan sudah jujur, dan permasalahan ini sudah selesai. Sudah damai. Dalam waktu dekat kami juga akan mendatangi sekolah tersebut, untuk meluruskan hal ini kepada seluruh siswa agar tidak menimbulkan keresahan, agar informasi ini tidak liar. Tidak terjadi apa-apa, tidak ada yang mengarah ke hal yang negatif," terangnya.

Dengan adanya kasus ini, Darmaja mengimbau kepada seluruh warga sekolah, baik kepala sekolah maupun guru untuk menjaga martabat pendidikan.

"Pendidikan itu adalah profesi yang mulia. Jaga martabat pendidikan, jangan sampai tercoreng," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved