Malang Raya
Komentar Wali Kota Malang, Sutiaji Terkait Penghapusan Ujian Nasional (UN)
Wali Kota Malang, Sutiaji tidak mau berkomentar banyak menanggapi wacana penghapusan Ujian Nasional (UN)
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Wali Kota Malang, Sutiaji tidak mau berkomentar banyak menanggapi wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.
Sutiaji berharap wacana tersebut jangan sampai mengganggu proses belajar dari para siswa.
“Ini kan masih wacana, dan sampai sekarang belum ada edaran. Wacana itu harus ada kajian. Kalau ada kajian, mau nggak mau harus diikuti,” ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (12/12/2019).
Orang nomor satu di Kota Malang itu menganggap wacana penghapusan UN merupakan langkah yang tepat.
Menurutnya, UN hanya mengarahkan kepada anak untuk semangat belajar ketika menghadapi ujian saja.
Padahal, sejak adanya sistem zonasi, nilai UN sudah tidak berpengaruh lagi.
“Sekarang mau masuk sekolah kan pakai sistem zonasi. Kalau mau masuk ke perguruan tinggi juga harus tes lagi.”
“Jadi nilai UN saat ini tidak banyak berpengaruh,” tambahnya.
Sutiaji tidak ingin siswa banyak terbelenggu oleh sistem belajar mengajar di sekolah.
Melalui pendidikan karakter yang kini sudah mulai diterapkan, diharap bisa mencetak anak didik yang unggul di masa depan.
“Sudah saya sampaikan dulu, ada orang tua yang satu anaknya ikut home schooling dan satu lagi sekolah.”
“Malah anak pintar yang ikut home schooling. Maka dari itu, sekolah ini jangan sampai membelenggu,” tandasnya.
Sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com, Nadiem Makarim bakal mencanangkan penghapusan ujian nasional (UN).
Nadiem Makarim menegaskan UN 2020 tetap dilaksanakan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Nadiem menyebut UN 2020 menjadi ujian nasional terakhir dengan sistem yang sudah berlaku.