Sabtu, 16 Mei 2026

Heboh Kue Peler Berdebu Dari Kepualauan Seribu, Ternyata Ini Wujud Sebenarnya

Kue Peler Berdebu ini menghebohkan netizen karena namanya, tak sedikit yang bertanya-tanya bagaimana wujud dan rasanya.

Tayang:
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
kolase Instagram @ndorobeii dan Kompas.com
kue peler berdebu 

SURYAMALANG.COM - Viral kue Peler Berdebu yang disebut berasal dari Kepulauan Seribu.

Kue Peler Berdebu ini menghebohkan netizen karena namanya, tak sedikit yang bertanya-tanya bagaimana wujud dan rasanya.

Diketahui Kue Peler Berdebu ini viral sejak fotonya diunggah oleh akun instragram bernama @ndorobeii.

Dalam akunnya, @ndorobeii mengunggah sebuah foto kue peler bedebu dengan keterangan penjelasan bahan, sekaligus mempertanyakan rasa dari kue tersebut.

"Kue Peler Berdebu!!! Ternyata ini jajanan khas Pulau Seribu gaesss! Kue ini sendiri dibuat dari ubi yang ditumbuk dengan sagu, diisi dengan gula merah, lalu dikukus, ada yang pernah coba rasanya macam mana," kata @ndorobeii dalam akun instagramnya.

Bentuknya yang bulat seperti bola pingpong ditambah dengan tekstur lembek menjadikan kue satu ini dinamakan kue peler bedebu.

Kudapan manis satu ini berasal dari Kepulauan Seribu, Jakarta.

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel "Unik, Ada Kue Peler Bedebu Khas Kepulauan Seribu, Ini Rasanya..", kue ini sejatinya mirip dengan Klepon.

Hal itu diungkapkan sendiri oleh tokoh masyarakat Pulau Pramuka, Mafyudin.

"Jadi sebenarnya itu (kue peler bedebu), kue onde-onde atau klepon yang berasal dari Betawi, rasanya juga manis sama persis seperti kue klepon," kata Mafyudin ketika dihubungi Rabu (11/12/2019).

Mafyudin menceritakan penamaan sedikit aneh dari kue ini lantaran candaan orang-orang dari Kepulauan Seribu.

"Jadi pada tahun 1970-an kue itu dibuat nama candaan karena bentuknya bulat lembek maka dijuluki Kue Peler Bedebu," jelasnya.

Kue Peler Berdebu
Kue Peler Berdebu (Kompas)

Mafyudin mengatakan, kue ini juga dapat ditemukan di sekitaran Pulau Pramuka dan Pulau Panggang. Pembuatan kue ini tidak dilakukan setiap harinya.

Menurut Mafyudin, kue hanya dibuat ketika bahan-bahannya seperti tepung ketan, ubi rebus, gula merah, dan ampas kelapa parut tersedia.

Hal senada juga dikatakan Amriyah (64), warga Pulau Panggang pembuat kue khas Kepulauan Seribu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved