Kamis, 21 Mei 2026

Berita Malang

Berita Malang Hari Ini Populer, Jadwal Misa Natal di Gereja Ijen & Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang

Berita Malang Hari Ini Populer, Jadwal Misa Natal di Gereja Ijen & Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Berita Malang Hari Ini Populer, Jadwal Misa Natal di Gereja Ijen & Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang 

SURYAMALANG.COM - Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Rabu 25 Desember 2019 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Berita Malang hari Ini mencakup tentang jadwal misa Natal di Gereja Ketredral Ijen, Kota Malang

Selain itu ada juga kabar tentang pohon Natal dari bahan daur ulang di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kedungkandang

Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini dari liputan langsung wartawan di lapangan. 

1. Jadwal Misa Natal di Gereja Ketredral Ijen, Kota Malang

Berita Malang Hari Ini Populer, Jadwal Misa Natal di Gereja Ijen & Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang
Berita Malang Hari Ini Populer, Jadwal Misa Natal di Gereja Ijen & Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang (Kompas.com)

Panitia Gereja Katedral Ijen Kota Malang menyediakan 2.000 bangku tambahan menjelang Misa malam Natal pada Selasa (24/12/2019) malam.

Bangku tambahan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi banyaknya jemaah yang akan melakukan ibadah pada Misa malam Natal.

Ketua Dewan Paroki Gereja Katedral Ijen, Nugroho Sugi Wijono menyampaikan panitia telah melakukan segala macam persiapan, mulai memasang pernak-pernik Natal, sampai persiapan agar para jemaah bisa menjalani ibadah dengan tenang dan nyaman.

“Kapasitas gereja ini untuk 800 orang. Tapi kami telah menambah 2.000 bangku untuk para jemaah,” ucap Nugroho kepada SURYAMALANG.COM, Senin (23/12/2019).

Antisipasi penambahan bangku tersebut dilakukan, mengingat Gereja Ijen adalah sebuah Katedral.

Di mana Katedral ini ialah pusat Gereja Katolik dari keuskupan.

Untuk di Malang, wilayah keuskupan menjangkau hingga sampai wilayah Banyuwangi.

Sementara untuk itu Surabaya menjangkau hingga sampai Kota Jepara Jawa Tengah.

“Jadi Katedral ini pusatnya keuskupan. Jadi jemaah bisa dari mana saja. Kalau dari tahun sebelumnya jumlah jemaah bisa sampai 3000 orang lebih,” ucapnya.

Ada lima gelombang Misa Malam Natal yang nantinya akan dihelat di dalam Gereja Katedral Ijen.

Misa pertama dihelat pada pukul 18.00 WIB dengan dipimpin RP Ignasius Joko Purnomo.

Misa kedua dihelat pada pukul 18.30 WIB yang dipimpin oleh RD Stephanus Jemmy Fatnaw.

Misa Ketiga dihelat pada pukul 16.30 WIB yang dipimpin oleh RD Emmanuel Wahyu Widodo.

Misa Keempat dihelat pada pukul 19.00 WIB yang dipimpin oleh MGR Henricus Pidyanto Gunawan dan RP Eustachius Eko Putranto.

Misa Kelima dihelat pada pukul 21.30 WIB yang dipimpin oleh RP Lukas.

“Untuk besok (Natal) juga ada lima gelombang. Namun secara khusus ada untuk khusus anak-anak dan lansia, mulai pukul 05.30 WIB dan 07.30 WIB,” ujarnya.

Sebagai informasi, Gereja Katedral Ijen memiliki nama asli Gereja Santa Pawan Maria Dari Gunung Karmel.

Gereja ini dibangun pada tahun 1932 dan mulai digunakan pada tahun 1934.

Gereja Katedral Ijen menjadi gereja tertua kedua di Kota Malang setelah Gereja Kayutangan.

Gereja Katedral Ijen dinobatkan sebagai bangunan cagar budaya di Kota Malang. (Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)

2. Keamaan Saat Natal di Gereja Katedral Ijen, Kota Malang

Polisi memasang alat pendeteksi bom di Gereja Katedral Ijen Kota Malang, Selasa (24/12/2019).
Polisi memasang alat pendeteksi bom di Gereja Katedral Ijen Kota Malang, Selasa (24/12/2019). (SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar)

Polisi memasang alat pendeteksi bom di Gereja Katedral Ijen Kota Malang, Selasa (24/12/2019).

Pemasangan alat pendeteksi itu untuk mengantisipasi adanya teror.

Alat tersebut terpasang di pintu masuk Gereja Katedral Ijen Kota Malang.

Apabila ada orang yang membawang benda mencurigakan, otomatis akan terdeteksi oleh alat tersebut.

“Itu alat pendeteksi benda-benda mencurigakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Kabag Humas Polresta Malang Kota kepada SURYAMALANG.COM.

Petugas gabungan dari unsur TNI/Polri turut mengamankan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kota Malang.

Petugas menyebar ke sejumlah gereja-gereja di Kota Malang untuk mensterilkan di lokasi.

Seperti di Gereja Katedral Ijen, sterilisasi dilakukan dengan menututp Jalan Buring dan Jalan Guntur.

“Kata polisi, nanti jalan ini akan ditutup agar lebih steril. Bagi kami, ini bagus. Nanti bisa kami gunakan untuk tempatnya para jemaah,” ucap Nugroho Sugi Wijono, Ketua Dewan Paroki Gereja Katedral Ijen.

Menjelang Misa malam Natal nanti, panitia Gereja Katedral Ijen juga telah menyiapkan personel pengamanan sendiri.

Personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah tempat yang berada di sekitaran gereja.

“Mulai dari kemarin, pengamanan sudah 24 jam. Karena di depan juga ada pos jaga,” ucapnya.

Pihak gereja juga mengimbau para jemaah tidak membawa barang-barang yang besar seperti tas.

“Kalau itu mencurigakan, ya nanti akan kami periksa. Tapi kalau tidak ya akan kami biarkan,” tandasnya. (Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)

3. Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kedungkandang

GKJW Jemaat Kedungkandang, Kota Malang, sedang menghias pohon natal dari bahan daur ulang
GKJW Jemaat Kedungkandang, Kota Malang, sedang menghias pohon natal dari bahan daur ulang (SURYAMALANG.COM/Bella Ayu Kurnia Putri)

Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kedungkandang, Kota Malang mempunyai pohon natal yang dibuat dari bahan daur ulang.

Menurut ketua Panitia Perayaan Natal GKJW Jemaat Kedungkandang, Yohannes Krisdianto jemaat GKJW memang berusaha untuk melaksanakan program dari pemerintah untuk go-green.

“Dari anjuran pemerintah Go-green ya istilahnya jadi kita dalam pelaksanaan hidup sehari-hari itu harus menggunakan bahan-bahan yang bersifat ramah lingkungan,” ujarnya saat ditemui SURYAMALANG.COM di GKJW Jemaat Kedungkandang, Jalan Ki Ageng Gribig nomer 248, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (24/12/2019).

Sebelumnya,GKJW Jemaat Kedung Kandang memang mengadakan lomba untuk membuat pohon Natal dari bahan daur ulang.

Kemudian terpilihlah lima pemenang yang pohon Natalnya akan dipajang selama prosesi perayaan natal.

“Kita harus bersahabat dengan alam jadi dari situ kita ambil yang lebih praktis kemudian unsur kebersamaannya juga ada, akhirnya timbul lomba membuat pohon natal daur ulang ini,” tutur Yohanes.

Pohon natal daur ulang tersebut terbuat dari botol plastik bekas,kantong kresek, hingga kertas bekas.

Rata-rata tiap pohon natal menghabiskan dana Rp 200 ribu.

“Lama proses pembuatannya itu selama satu minggu, mulai dari pengumpulan sampah plastik,dicuci,dijemur kemudian dipotong-potong sampai pada dirangkai menjadi pohon natal," Kata Yohanes.

Pohon Natal tersebut terdiri dari besi silinder bekas pembangunan kemudian tatakannya menggunakan kaleng cat atau pot bekas.

Kelima pohon natal daur ulang itu mempunyai tinggi kurang dari 2,5 meter.

“Semoga tahun depan kami tetap bisa mengadakan acara seperti ini,Tahun ini kan baru pertama kali jadi semoga natal tahun depan bisa lebih bagus lagi konsepnya,” kata ketua Panitia Perayaan Natal GKJW Jemaat Kedungkandang tersebut. (Bella Ayu Kurnia Putri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved