Kamis, 11 Juni 2026

Kabar Lamongan

Dugaan Perampok dan Pembunuh Mertua CEO Persela Lamongan Mulai Terungkap, Penjaga Rumah Saksi Kunci

Salekan, tetangga korban yang juga menjadi penjaga rumah menjadi saksi kunci yang dimungkinkan bisa mengendus jejak pelaku.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hanif Manshuri
Jenazah Rowaini (68), mertua CEO Persela dan Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi saat dipindahkan ke mobil jenazah sesaat setelah diotopsi, Sabtu (4/1/2020). Dugaan pelaku pembunuhan sudah diketahui 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Pelaku pembunuhan terhadap Rowaini (68), mertua CEO Persela Lamongan dan Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi mulai terungkap.

Dugaan pelaku pembunuhan yang juga diduga merampok itu terungkap dari keterangan yang disampaikan oleh penjaga rumah sekaligus tetangga korban.

Salekan, tetangga korban yang juga menjadi penjaga rumah menjadi saksi kunci yang dimungkinkan bisa mengendus jejak pelaku.

BREAKING NEWS : Ibu Mertua CEO Persela & Sekkab Lamongan Ditemukan Tewas, Diduga Korban Perampokan

Kisah Hidup Lina Mantan Istri Sule Sejak Cerai Hingga Meninggal Dunia, Sempat Buat Video YouTube

Penyebab Tiga Pemain Ini Tinggalkan Arema FC, Dari Hamka Hamzah Hingga Makan Konate

Saat sebelum menemukan korban meninggal, Salekan sempat bertegur sapa dengan seorang yang ngekos di rumah ibu kandung Anis Kartikawati, istri Yuhronur Efendi ini.

"Jangan dibangunkan, ibu tidur," kata Solekan menirukan perkataan seorang penghuni kos di rumah korban di malam kejadian, Jumat (3/1/2020).  

Usai bertemu Salekan, orang tersebut langsung nyelonong keluar dan tidak kembali lagi ke rumah.

Salekan yang penasaran kondisi rumah rumah yang lampunya belum menyala, kemudian mencoba untuk mencari tahu dan mengecek rumah korban.

Di luar dugaan, korban yang dibangunkan tidak merespon dan dalam kondisi masih mengenakan mukena, Rowaini ditemukan sudah tidak bernyawa.

Salekan kemudian memberitahukan kepada tetangga dekat bernama Kholis dan melanjutkannya ke perangkat desa setempat untuk melaporkannya ke polisi.

Waktu peristiwanya masih diduga beberapa kemungkinan, usai salat maghrib atau saat sedang mengaji.

"Perkiraan kejadiannya ya mungkin saat salat maghrib, soalnya korban saat ditemukan masih mengenakan rukuh (mukena, red)," ungkap Kholis.

Menurut Kholis, Korban selama ini memang tinggal di rumah sendirian, dan baru sekitar tiga hari lalu ada orang yang kos di rumah korban.

"Kalau penjaga rumahnya Bu Haji Rowaini, Salekan biasanya datang setiap hari sehabis salat Isya," tuturnya.

Sementara itu, korban baru saja selesai diotopsi di kamar jenazah Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.

Empat anak korban, tiga perempuan dan seorang laki - laki didampingi Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi turut menunggu di depan kamar jenazah.

Selama proses otopsi, anak - anak korban, cucu dan keluarga dekatnya tidak mampu membendung air mata.

Tepat pukul 11.30 WIB jenazah dibawa keluar dan keadaan sudah dikafani diangkut ambulan yang disediakan oleh Direktur RSUD dr Soegiri, dr Chaidir Anas.

Jenazah dibawa pulang dan dimakamkan di tanah kelahiran korban di Dusun Glogok Sumberwudi Karanggeneng.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved