Breaking News:

Suami Istri Mabuk Sabu, Bayi 4 Bulan Tewas Terlantar Akibat Popok Tak Diganti 14 Hari, Ada Belatung

Suami istri mabuk Sabu hingga bayi 4 bulan tewas terlantar akibat popok tak diganti 14 hari, muncul belatung.

SURYAMALANG.COM/kolase WebMD/dailymail.co.uk
Suami Istri Mabuk Sabu, Bayi 4 Bulan Terlantar Tewas Akibat Popok Tak Diganti 14 Hari, Ada Belatung 

Dikutip dari Kompas.com, perempuan itu bernama Mary Wlizabeth Moore yang berasal dari kota Miami, bagian Oklahoma.

Mary dijatuhi hukuman dua tahun dan tujuh bulan penjara setalah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Perempuan berusia 34 tahun itu terbukti dengan sengaja menelantarkan kedua anaknya yang masih balita.

Moore ditangkap oleh petugas keamanan setempat di rumahnya.

Kedua anaknya yang dipaksa memakan kotoran anjing itu ditemukan dalam kondisi mengalami kekurangan gizi dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kedua anak itu juga harus diberi asupan makanan melalui pipa. 

Dilansir oleh Mirror, Selasa (27/8/2019), anak pertama Moore yang berusia lima tahun ditemukan hanya memiliki berat badan 11,8 kilogram.

Mary Elizabeth Moore (34), dilaporkan menelantarkan dan memaksa kedua anaknya makan kotorang anjing.
Mary Elizabeth Moore (34), dilaporkan menelantarkan dan memaksa kedua anaknya makan kotorang anjing. ( MIRROR / FACEBOOK MARY ELIZABETH MOORE)

Sedangkan anak keduanya yang berusia tiga tahun hanya memiliki berat badan delapan kilogram.

Anak pertama Moore, yang tak diungkapkan nama maupun identitasnya, mengatakan kepada petugas dari departemen sosial bahwa dia dan adiknya telah dipaksa untuk makan kotoran anjing.

Pengakuan bocah itu diperkuat dengan hasil tes pada kedua anak itu yang menunjukkan adanya parasit cacing kremi dalam organ pencernaan mereka, yang diyakini karena memakan kotoran anjing.

Menurut laporan pengadilan distrik Delaware, kekasih Moore juga kerap melakukan penganiayanan kepada anak bungsunya.

Wakil kepala daerah Delaware, Tracy Shaw, mengatakan, kasus pengabaian anak yang ekstrem ini adalah hal paling buruk yang pernah dilihatnya.

“Menurut catatan rumah sakit dan pakar pelecehan anak yang memeriksanya di Tulsa, mereka mungkin akan mati jika seseorang tidak melaporkan ini,” ujar Shaw.

Ketika mengetahui kisah yang sebenarnya, petugas penyidik bahkan merasa sangat marah sehingga keluar dari sesi wawancara.

Menurut Mirror, Moore menyesal dan mengakui kesalahannya.

Meski demikian, proses hukum tetap berjalan dan hukuman pun dijatuhkan.

Catatan kepolisian juga membuktikan kasus penelantaran anak ini sebenarnya telah lama terjadi namun baru saja terkuak.

Hal itu terbukti dengan hasil diagnosis pada anak bungsunya yang terjadi sejak baru berusia empat bulan.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved