Kabar Gresik

Mobil Amphibi BPBD Gresik Seharga Hampir 1 Miliar Dilarang Masuk Saat Akan Evakuasi Korban Banjir

Kepala Desa Iker-iker Geger, Kristono membenarkan peristiwa penolakan itu. Ia bersama warga menolak mobil berwarna oranye itu masuk ke dalam Dusun

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Willy Abraham
Mobil Amphibi seharga hampir 1 miliar milik BPBD Gresik dilarang masuk oleh warga masuk ke dalam Dusun Iker-iker Geger, Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme, Jum'at (10/1/2020). 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Mobil amphibi anti banjir seharga hampir Rp 1 miliar milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik dilarang melintas oleh warga, Jumat (10/1/2020).

Warga melarang mobil berbodi bonsor itu masuk desa meskipun tujuannya untuk evakuasi korban banjir.

Padahal mobil tersebut akan masuk ke Dusun Iker-iker Geger, Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme.

Siasat Busuk Suami Terbongkar Pasca 6 Bulan Nikah, Istri Tak Kuat Selalu Ditolak Saat Ingin Bercinta

Skema Latihan Arema FC di Bawah Asuhan Mario Gomez, Masih Ada TC dan Latihan di Pantai

Kepala BPBD Gresik, Tarso Sagito mengatakan awalnya akan masuk ke dalam dusun Iker-iker Geger kurang lebih satu meter.

Sehingga warga terisolir dan akses keluar dusun hanya bisa menggunakan perahu karet.

"Mobil amphibi dilarang masuk, takut rumah akan roboh kena gelombang mobil amphibi," ujarnya di kantor Bupati Gresik, Jumat (10/1/2020).

Akhirnya, mobil setinggi 2,5 meter itu terparkir di ruko dekat gapura masuk dusun.

Saat ini, mobil amphibi yang mampu mengevakuasi sembilan orang itu terparkir ke dalam dusun.

Sebab, kondisi air sudah surut drastis.

Ketinggian air hanya 30 sentimeter.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Iker-iker Geger, Kristono membenarkan peristiwa penolakan itu.

Pihaknya bersama warga menolak mobil berwarna oranye itu masuk ke dalam dusun.

Alasannya ? Saat itu kondisi air cukup tinggi.

Dikhawatirkan jika mobil kekar itu nekat melintas malah membuat sejumlah rumah warga yang terbuat dari anyaman bambu roboh kena gelombang.

"Total ada delapan rumah warga terdiri anyaman bambu bisa ambruk kena gelombang mobil itu (Amphibi)," terangnya. 

 (Willy Abraham)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved