Breaking News:

Malang Raya

Pengacara : Tak Ada Pembunuhan Berencana dalam Kasus Pembunuhan Begal di Malang

Kuasa hukum ZA, Bakti Riza meyakinkan tidak ada pembunuhan berencana dalam kasus yang menjerat ZA (17).

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Google
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kuasa hukum ZA, Bakti Riza meyakinkan tidak ada pembunuhan berencana dalam kasus yang menjerat ZA (17).

Remaja asal Gondanglegi, Kabupaten Malang ini menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Jumat (17/1/2020).

ZA menjalani sidang karena kasus dugaan pembunuhan terhadap begal beberapa waktu lalu.

Usai sidang, Bakti Riza menerangkan majelis hakim menolak eksepsi atau keberatan yang dilayangkan tim kuasa hukum.

Bakti merasa keberatan terkait dakwaan pasal berlapis yang dilayangkan kepada kliennya.

ZA didakwa pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 351 (3) KUHP tentang penganiayaan berujung pada kematian, dan UU daruat pasal 2 (1) tentang senjata tajam.

“Kami menyayangkan ada dakwaan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang ancaman hukumannya seumur hidup.”

“Dalam kasus ini, dia tidak dalam konteks menjalankan hukuman berencana. Tapi dia spontan membela diri,” beber Bakti kepada SURYAMALANG.COM.

Dalam persidangan, Bakti sudah memparkan surat pernyataan yang ditandatangani kepala sekolah ZA.

Surat itu menerangka bahwa ada pelajaran keterampilan yang membutuhkan alat pisau.

Pisau itu memang untuk membuat stik es krim. Makanya ZA membawa pisau dari rumah.

“Pernyataan dari kepala sekolah itu pada 5 september 2019. Jadi pisau dapur itu digunakan untuk perlengkapan pelajaran keterampilan,” ujar pengacara berambut gondrong itu.

ZA akan menjalani sidang lanjutan pada Senin (20/1/2020).

“Kami akan membawa saksi ahli pidana anak. Kami akan menerangkan lebih jelas terkait kronologi yang terjadi,” jelas Bakti.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved