Sambut Imlek 2020: Makna Barongsai Dalam Perayaan Tahun Baru China, Beda-beda Tergantung Warna
Barongsai selalu menjadi pertunjukan penting dalam perayaan Imlek atau Tahun Baru China.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Barongsai selalu menjadi pertunjukan penting dalam perayaan Imlek atau Tahun Baru China.
Siapa sangka ternyata ada makna Barongsai yang berbeda-beda tergantung warna Barongsai tersebut.
Seperti yang diketahui, barongsai memiliki dua jenis tarian yaitu tarian singa dan naga.
Boneka berbentuk singa dengan tubuh bersisik layaknya naga biasanya dimainkan oleh dua orang dan diikuti aksi akrobatik.
Sedangkan untuk tarian naga yang lebih panjang biasanya dimainkan sekelompok ornag yang memegang tongkat untuk mengangkat sang naga agar berliuk-liuk.
Barongsai digerakkan secara dinamis diiringi dengan gong, dram, dan dentuman mercon yang dipercaya mampu mengusir setan dan membawa keberuntungan.
Dalam setiap perayaan Imlek, orang Tionghoa akan mengadakan tarian barongsai yang sebelumnya diberkati di klenteng dengan maksud mengusir setan.
Hal yang unik penyebutan barongsai sebenarnya hanya ada di Indonesia. Nama asli kesenian ini di Tiongkok adalah 'Wu Shi'. Negara Barat menyebut barongsai sebagai 'lion dance'.
Nama barongsai sendiri merupakan cerminan akulturasi Tiongkok di Indonesia. 'Barong' berasal dari kesenian boneka Bali yang dimainkan oleh manusia di dalamnya. Sementara 'Sai' dalam bahasa Hokkian berarti singa.
Ternyata tak barongsai dibagi tak hanya dari dua jenis tarian dan bentuknya, tetapi juga warna yang bermacam-macam.
Warna Putih sebagai logam (barat)
Barongsai yang berwarna putih biasanya melambangkan umur yang paling tua.
Tak hanya itu, warna putih pada barongsai juga sebagai lambang dari kesucian.
Warna Merah sebagai api (selatan)
Barongsai warna merah adalah yang paling umum dijumpai pada saat perayaan imlek.