Breaking News:

Arema Malang

Manajemen Arema FC Bicara Soal Untung dan Rugi Cari Pemain Lokal yang Pakai Jasa Agen

Bursa transfer pemain saat ini tengah menjadi perbincangan yang hangat untuk diikuti setiap harinya.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
ANDREAS JOEVI/BOLASPORT.COM
Bursa transfer Liga Indonesia. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Bursa transfer pemain saat ini tengah menjadi perbincangan yang hangat untuk diikuti setiap harinya

Satu persatu para pemain lokal maupun asing Liga 1 kini telah menemukan klub yang akan diperkuat musim 2020 ini.

Soal transfer pemain tentu tak lepas dari peran para agen pemain yang saat ini tengah ‘panen’ hasil jualan mereka.

Apalagi harga mayoritas pemain, khususnya pemain lokal, setiap musim mayoritas semakin naik.

Terlebih ketika pemain itu masuk skuad Timnas Indonesia atau penampilan mereka menanjak.

General Arema FC, Ruddy Widodo mengaku menggunakan jasa empat agen lokal dalam merekrut pemain musim ini.

Empat agen itu adalah Jimmy Mak, Dias, Arif Anwar, dan Muly Munial.

Bicara soal tren pemain lokal menggunakan agen pemain, Ruddy mengatakan jika ada plus minusnya.

Salah satuny paling terasa ialah soal harga yang memiliki selisih cukup tinggi.

“Pemain yang menggunakan agen itu tentu nilai kontraknya lebih mahal dibandingkan dengan pemain yang tidak pakai agen.”

“Padahal seharusnya harga pemain lokal itu belum sampai segitu, tapi sekarang justru sudah melampaui harga normal.”

“Tapi itulah risiko yang harus diterima manajemen dalam mencari pemain untuk awal musim,” kata Ruddy Widodo kepada SURYAMALANG.COM, Senin (20/1/2020).

Kenaikan nilai kontrak ini tak lain karena agen juga akan mencari ‘pundi-pundi’ uang dari setiap pemain yang laku terjual atau direkrut tim.

Sebagai bentuk jasa, maka agen mendapat beberapa persen dari hasil teken kontrak dengan klub baru.

“Enaknya menggunakan agen itu simpel. Kami tidak ribet dan terbantu.”

“Jadi kami tinggal komunikasi dengan si agen, bahas soal nilai kontrak, dan beres.”

“Dulu kami saat cari pemain sendiri tanpa bantuan agen itu harus terbang ke beberapa kota atau daerah untuk bertemu dengan si pemain, dan melakukan negosiasi. Kadang deal kadang tidak,” jelasnya.

Meski terbantu dengan adanya agen pemain, namun manajemen Arema FC berharap agar agen pemain baik lokal tetap harus memiliki surat resmi sebagai agen, agar sesuatunya sesuai regulasi PSSI dan FIFA.

“Tanpa ingin merendahkan agen pemain dan pemain lokal, masih banyak agen yang tidak bersurat resmi.”

“Seharusnya punya lisensi agen dari PSSI dan harusnya federasi juga meperketat soal ini.”

“Jadi tidak asal, agen pemain saudaranya sendiri tanpa ada lisensi, itu harapan kami,” terang pria berkacamata itu.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved