6 ABG Jual Diri Gara-gara Kehabisan Uang saat Liburan, Manfaatkan Aplikasi Online Untuk di-Booking
6 ABG jual diri gara-gara kehabisan uang saat liburan, manfaatkan aplikasi online untuk cari booking-an.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Dari hasil interogasi, para pelaku mengaku terpaksa berbisnis haram dengan membuka open booking di aplikasi online di Banjarbaru karena kehabisan uang.
"Mereka mengaku usai berlibur di pantai di wilayah Kabupaten Tanahlaut, kehabisan uang lalu menjalankan praktik itu," ujarnya.
"Mereka menggunakan aplikasi sosial media seperti Mich** dan What**. Kemudian bernegosiasi dengan para pria hidung belang. Tarifnya antara Rp 300 ribu sekali kencan dan sampai Rp 600 ribu sekali bertemu pelanggan," kata Supri.
Dijelaskan Supri, pihak Kepolisian juga telah melakukan pembinaan kepada para pelaku.
Pekan depan pihaknya akan membawa keenam pelaku ini, untuk sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Banjarbaru.
Kasus yang Sama di Jakarta
Kasus yang sama juga terjadi di Jakarta, saat Polda Metro Jaya membongkar praktik eksploitasi seksual yang melibatkan sepuluh anak perempuan di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.
Setelah menahan enam tersangka, polisi kini fokus pada pemulihan psikologi para korban.
Praktik perdagangan dan eksploitasi seksual anak di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, sudah beroperasi selama dua tahun.

Setelah dapat mengungkap pada 13 Januari lalu, Polda Metro Jaya menahan enam tersangka yang memperdagangkan anak-anak sebagai pekerja seks komersial.
Oleh dua tersangka yang berperan sebagai perekrut, para korban dijual kepada dua tersangka mucikari senilai 700 ribu hingga 1,5 juta rupiah.
Sementara itu dua tersangka lain berperan membantu kerja mucikari.
Oleh para tersangka anak-anak perempuan di bawah umur diperdagangkan dan dieksploitasi.
Mereka dipaksa melayani sepuluh pria dalam sehari.

Jika tidak mencapai target, maka akan dikenakan denda.