Breaking News

Pendapat Rektor Malang Tentang Kampus Merdeka yang Dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Mendikbud Nadiem Makarim mengundang sejumlah rektor terkait program Kampus Merdeka, Jumat (24/1/2020) lalu di Jakarta

Instagram @nadiemmakarim
Nadiem Makarim 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Mendikbud Nadiem Makarim mengundang sejumlah rektor terkait program Kampus Merdeka, Jumat (24/1/2020) lalu di Jakarta. Dari Malang antara lain diundang dua rektor PTS yaitu Universitas Ma Chung (UMC) dan Universitas Islam Malang (Unisma)

"Saya dan dua dosen saya dapat undangan," kata Dr Murphin J Sembiring, Rektor UMC pada SURYAMALANG.COM, Minggu (26/1/2020).

Dipandangnya ada banyak loncatan agar perguruan tinggi makin bagus. Misalkan soal prodi baru yang sesuai kebutuhan. Juga soal akreditasi.

"Masalah akreditasi itu pekerjaan berat bagi perguruan tinggi untuk menyiapkan. "Kadang ada PTS yang kurang sempurna akhirnya mungkin merekayasa," jawabnya.

Sementara pandangan tiap asesor dari BAN PT juga bisa tidak sama melihat PTS.

"Sekarang masalah akreditasi diberi kebebasan. Jika ingin tetap, maka pakai hasil akreditasi terakhir. Kalau mau berubah, maka ada reakreditasi. Kini bahkan didorong juga untuk akreditasi internasional. Kalau Ma Chung cenderung akan ke akreditasi internasional. Kalau misalkan akreditasi internasional A, maka otomatis akreditasi nasionalnya juga A," papar Murphin.

Sedang masalah ada kebebasan mahasiswa memilih mata kuliah di luar prodinya juga dipandangnya baik.

"Karena sebenarnya pendidikan itu individu. Tapi selama ini gak ada regulasinya. Misalkan mahasiswa prodi X, maka nilai mata kuliahnya ya dari prodi itu saja. Kalau ambil mata kuliah yang lain masuk mana?" katanya.

Namun kini sudah bisa. Sehingga mahasiswa bisa merancang masa depannya. Ia mencontohkan seperti mahasiswa Bahasa Mandarin. Ke depan ia berencana membuat lembaga kursus.

Maka ia harus menyiapkan dirinya dengan ikut mata kuliah di luar prodinya seperti manajemen, wirausaha, perilaku organisasi. Bisa juga mahasiswa Teknik Kimia bercita-cita mendatang bekerja di perusahaan di Asia berbahasa Mandarin.

Maka dia mengambil Bahasa Mandarin untuk membantu merancang masa depannya. Untuk penerapannya, Murphin menunggu regulasinya.

"Memang katanya sudah siap regulasinya," jawabnya.

Sehingga bisa dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Sedang mengenai program magang di industri bagi mahasiswa juga perlu didorong ada pertemuan dengan menteri lain seperti BUMN agar bisa menerima magang.

"Kalau bisa magang di BUMN sebagai pioner dan kemudian diikuti oleh perusahaan swasta," jelasnya.

Sehingga mahasiswa juga tidak kesulitan mendapat lokasi magang. Selain itu juga perlu diketahui apakah perusahaan juga perlu mahasiswa magang.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved