Kabar Magetan

Rajin ke Pasar Setiap Subuh, Tenyata Pasutri Warga Kota Madiun Ini Belanjakan Upal di Magetan

Suami istri warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini, Maspandi (48) dan istrinya Dewi Derita (46), ditangkap di Desa Krajan Parang

Rajin ke Pasar Setiap Subuh, Tenyata Pasutri Warga Kota Madiun Ini Belanjakan Upal di Magetan
SURYAMALANG.COM/Doni Prasetyo
Maspandi (48) bersama istrinya Dewi Derita (46), warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditangkap Polisi saat mengendarai mobilnya, setelah ketahuan mengedarkan uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribuan di Pasar Sayur, Magetan dan Pasar Ngrini, Kecamatan Ngariboyo Magetan. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Pasangan suami istri (Pasutri) warga Kota Madiun ditangkap Polisi Resor Magetan, karena mengedarkan uang palsu (Upal) kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Magetan.

Pasutri ini ditangkap Polisi Resor Magetan setelah tertangkap tangan mengedarkan uang pecahan Rp 100 ribu kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional dengan cara membeli barang.

Suami istri warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini bernama, Maspandi (48) dan istrinya Dewi Derita (46), ditangkap di Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

Sering Dibully Bau Lontong di Sekolah dan Menghilang, Siswi SMP Ditemukan Tewas di Saluran Air

Arema FC Ditantang Klub Singapura Tanjong Pagar United FC, Bisa Jadi Agenda Uji Coba

Ini Jadwal Kedatangan 3 Pemain Asing Baru Arema FC, Mulai Latihan Tanggal 30 Januari

Menurut Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, selain menangkap pasutri itu, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribuan, sebanyak 46 lembar.

"Kami juga menyita, satu unit city car (mobil perkotaan) yang digunakan tersangka mengedarkan upal itu di wilayah Kabupaten Magetan,"kata Festo Ari Permana kepada SURYAMALANG.COM, Senin (27/1/2020).

Usai mengedarkan upal, lanjut Festo, kedua tersangka ini langsung pindah ke Pasar lain, untuk mencari sasaran baru yang umumnya pedagang sayur yang belum paham IT.

"Pasutri ini memanfaatkan pergantian waktu malam ke siang, alias Subuh untuk mengedarkan upalnya. Pasutri ini ditangkap di Pasar Ngrini, Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Seusai mengedarkan upal di pasar Ngrini,"katanya.

Dikatakan Festo, penangkapan bermula dari kecurigaan sejumlah pedagang di Pasar Ngrini, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

"Karena sebelumnya terjadi di pasar atau toko kelontoNg lainnya. Mereka para pedagang berusaha mengejar Dewi Derita untuk minta ganti uang palsu yang diberikan,"kata Kapolres.

Saat menerima uang pembelian pecahan Rp 100 ribu.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved