Mahasiswa Mati Membusuk
Mahasiswa yang Ditemukan Mati Membusuk di Sukun Malang Dipulangkan, Keluarga Menolak Autopsi
Kapolsek Sukun, Kompol Suyoto menyatakan pihak keluarga juga keberatan dilakukan autopsi terhadap jenazah AS.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SUKUN - Polisi angkat bicara terkait ditemukannya seorang mahasiswa, AS (24) dalam kondisi meninggal dunia dan membusuk di rumah kontrakan di Perumahan Sukun Pondok Indah, Sabtu (1/2/2020)
Kepolisian Sektor (Polsek) Sukun menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh AS (24).
AS ditemukan meninggal di rumah kontrakannya dengan kondisi busuk dan mulut mengeluarkan darah.
• Penyebab Sementara Pria Pemalang Bakar Al-Quran Hingga Hebohkan Medsos, Ngaku Dapat Bisikan Gaib
• Batu Untuk Ganjal Pintu Laku Rp 1,5 Miliar, Pemilik Rumah Tak Sadar Barang Itu Bukan Benda Biasa
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga kuat karena sakit,” ujar Kapolsek Sukun, Kompol Suyoto, Sabtu (1/2/2020).
Ia menambahkan pihak keluarga juga keberatan dilakukan autopsi terhadap jenazah AS.
“Kami akhirnya minta pihak keluarga menandatangani surat pernyataan bahwa meninggalnya AS benar karena sakit,” ucap Suyoto.
Seorang relawan yang turut mengevakuasi jenazah AS, Dandi, juga membenarkan bahwa tidak ada tanda kekerasan di sekujur tubuh mahasiswa asal Kalipare, Kabupaten Malang itu.
Meski telah berbau, jenazah AS masih belum menghitam dan bisa dilihat secara jelas.
“Aromanya tidak sedap tapi belum hitam. Mungkin sudah dua atau satu hari meninggal,” kata Dandi.
Di samping jenazah AS, ditemukan sebungkus makanan yang diduga dipesan menggunakan aplikasi ojek online.
“Tidak jelas tadi makanannya apa. Nasi pokoknya,” tutup Dandi.