Persebaya Vs Arema FC Batal di Malang

Fakta-fakta Laga Persebaya vs Arema di Semifinal Piala Gubernur Jatim, Perubahan Venue dan Persiapan

Laga Persebaya vs Arema FC di Semifinal Piala Gubernur Jatim mengundang banyak perhatian.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG
Fakta-fakta Laga Persebaya vs Arema di Semifinal Piala Gubernur Jatim, Perubahan Venue dan Persiapan 

SURYAMALANG.COM - Laga Persebaya vs Arema FC di Semifinal Piala Gubernur Jatim mengundang banyak perhatian.

Pasalnya ada perubahan jadwal serta venue untuk pertandingan Persebaya vs Arema FC.

Pertandingan yang seharusnya dilaksanakan hari ini dirubah jadwalnya menjadi Selasa 18 Februari 2020 pukul 15.30 WIB.

Lokasi pertandingan pun juga berubah, dari yang seharusnya dilaksanakan di Kanjuruhan menjadi di Stadion Soepriyadi, Kota Blitar.

Pertandingan tersebut juga digelar tanpa penonton.

Berikut ini fakta-fakta terkait pertandingan Persebaya vs Arema.

1. Persebaya Tak Bisa Full Team

Bajul Ijo tidak bisa full team di Persebaya vs Arema FC dalam laga semifinal Piala Gubernur Jatim 2020.

Laga Persebaya vs Arema FC akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (17/2/2020).

Dua pemain asing Persebaya sedang cedera, yaitu Mahmoud Eid dan Aryn Williams.

Kondisi sejumlah pemain juga belum 100 persen.

Hambali Tholib dan Arif Satria harus ditarik keluar akibat cedera saat melakoni laga kontra Madura United pada Jumat (14/2/2020) lalu.

Selain itu, Hasamu Yama, Rachmat Irianto, dan Koko Ari Araya sedang mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia di Jakarta.

Tim pelatih tidak akan memaksakan pemainn yang belum fit 100 untuk turun di laga Persebaya vs Arema FC.

“Karena kompetisi sudah dekat, kami tidak akan menurunkan pemain yang tidak 100 persen,” terang Mustaqim, asisten pelatih Persebaya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (16/2/2020).

Apalagi Persebaya tidak memiliki target tiggi di Piala Gubernur Jatim 2020.

2. Perubahan Venue

Semula, laga ini akan dilangsungkan pada Senin (17/2/2020) besok di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, di mana merupakan home base Arema FC.

Terbaru, hasil kesepekatan antara Asprov Jatim dan Polda Jatim, yang tertuang dalam surat dengan nomor:094/B/PSSI-Jatim/II/2020 pada Minggu (16/2/2020).

Venue laga ini dipindah ke Stadion Soepriyadi, Kota Blitar, Selasa (18/2/2020) mendatang

Sementara laga semifinal lain, Persija Vs Madura United tetap di gelar di Stadion Kanjuruhan, Senin (17/2/2020) malam.

3. Reaksi Bonek

Ungkapan senang karena akhirnya bermain ditempat netral disampaikan oleh Budi Syaifuddin, salah satu pembina Bonek Green Area Suporter (GAS).

"Hasil keputusan ini lebih adil buat kontestan," terang Budi, Minggu (16/2/2020).

Namun, Budi menyayangkan, laga ini harus digelar tanpa penonton.

"Sayang tanpa penonton, pertandingan jadinya kurang seru," tambah pria asal Surabaya tersebut.

Ungkapan sama juga disampaikan oleh Awang, Bonek Kutisasi, ia akui laga tanpa penonton menjadi kurang greget, apalagi basis Bonek di Blitar juga lumayan besar.

Bahkan, ia yakin, meski ada himbauan tanpa penonton, Bonek yang berhome base area pantai selatan sekitar Blitar akan datang memberikan dukungan, meskipun kemungkinan dari luar stadion.

"Tanpa penonton bukan berarti tanpa suporter, Bonek 'kulonan' pasti akan hadir. Dulu sekelas ujicoba dengan PSBK saja Bonek hadir," ucapnya.

"Apalagi, kami dengan suporter Blitar gak ada masalah," pungkas Awang.

4. Aremania Kecewa

Pendukung Arema FC, Aremania, menyayangkan perubahan venue pertandingan semifinal Piala Gubernur Jawa Timur 2020 antara Arema FC Vs Persebaya.

Aremania kecewa karena laga Singo Edan melawan Bajul Ijo di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang dipindah ke Stadion Supriyadi, Blitar pada Selasa (18/2/2020).

Apalagi perubahan venue itujuga disertai aturan baru yakni pertandingan semifinal itu berstatus pertandingan tanpa penonton.

“Nggak lucu. Pertandingan sepakbola kok tanpa penonton,” terang Aremania Kepanjen, Awang, kepada TribunJatim.com, Minggu (16/2/2020).

Dia menyarankan panitia mempersiapkan ajang ini lebih detail dan rinci. Sehingga kejadian pembatalan atau perubahan venue tidak terjadi kembali.

“Besok-besok kalau ada pertandingan mulai penyisihan sampai final itu sudah ditentukan tempatnya. Suka atau tidak ya harus diterima,” ucap dia.

Awang juga kecewa sebab banyak Aremania yang kecele dan telah memesan tiket untuk pertandingan sarat gengsi itu.

5. Pernyataan Aji Santoso

Pelatih Persebaya Aji Santoso membantah mengeluarkan statemen terkait pemindahan venue semifinal Piala Gubernur Jawa Timur 2020.

Nama Aji Santoso dikaitkan dengan perubahan venue pertandingan semifinal Piala Gubernur Jatim yang mempertemukan Persebaya Surabaya vs Arema FC yang semula dijadwalkan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pesan yang mengatasnamakan Aji beredar luas di aplikasi pesan instan, Whatsapp.

Isinya, Aji menuduh aktor di balik pemindahan venue ini adalah orang-orang Malang sendiri.

“Saya tegaskan itu tidak benar. Saya tidak bermain sosial media apapun baik itu Instagram, Twitter atau apapun. Dan broadcast itu bukan ucapan saya,” tegas Aji, di Malang, Minggu (17/2/2020).

Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 itu menduga pesan tersebut dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab yang ingin situasi jelang semifinal semakin runyam. Apalagi, rivalitas Persebaya dan Arema cukup sengit.

“Saya yakin itu ulah dari orang tidak bertanggung jawab yang ingin suasana semakin tidak kondusif,” katanya.

Aji juga tidak mempermasalahkan bermain di manapun. Timnya, selalu siap apabila laga semifinal digelar di kandang Singo Edan.

“Saya sudah katakan sejak awal kalau siap bermain di mana saja. Di Madura di Malang atau mana lah itu siap. Bahkan di Blitar ini juga kami siap,” ucapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved