Warga Mangliawan Datangi Kantor DPRD Kota Malang, Minta Solusi & Tagih Janji PDAM Soal Sumber Wendit
Mereka menuntut janji yang disampaikan oleh Perumda Tugu Tirta usai bersepakat dengan warga atas kompensasi sebesar 15 persen.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 15 warga Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mendatangi Kantor DPRD Kota Malang pada Senin (17/2/2020).
Kedatangan mereka tersebut untuk menyampaikan keluh kesahnya atas kasus air bersih yang selama ini menjadi masalah dengan PDAM Kota Malang yang kini bernama Perumda Tugu Tirta.
Mereka menuntut janji yang disampaikan oleh Perumda Tugu Tirta usai bersepakat dengan warga atas kompensasi sebesar 15 persen.
• Persija Jakarta ke Final Piala Gubernur Jatim 2020, Skor Akhir 2-1, Tunggu Persebaya Vs Arema FC
• Aremania Berangkat ke Blitar, Tetap Beri Dukungan Meski Laga Persebaya Vs Arema FC Tanpa Penonton
• Bus Macyto Akan Berubah Bentuk, Modifikasi Bus Wisata di Kota Malang Ini Masih Tunggu PAK 2020
Akan tetapi, hingga saat ini kompenasi tersebut belum juga dirasakan dan diterima oleh warga.
"Sejak 2014-2019 dana yang disampaikan ke masyarakat sebesar Rp 23 Miliar. Tapi mana buktinya?," ucap Kepala Badan Pengawas Desa (BPD) Mangliawan, Teguh Prie Jatmono.
Tuntutan yang kedua, warga Mangliawan meminta agar PDAM Kota Malang maupun PDAM Kabupaten Malang segera membongkar pipa yang selama ini mereka gunakan untuk mengambil air di Wendit.
Teguh menjelasakan, bahwa air yang diambil oleh PDAM tersebut merupakan air yang berada di sumbernya langsung.
Untuk itu dia menyarankan agar PDAM mengambil air dengan jarak 500-700 meter dari sumber.
"Kami tidak melarang mereka (PDAM) mengambil air. Tapi ya jangan dari sumbernya langsung. Sekarang kondisi air di Wendit semakin berkurang. Sedangkan kontribusi ke kami mana?," ucapnya.
Sedangkan tuntutan ke tiga, warga Mangliawan ingin supaya kedua PDAM ini untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Dia menyampaikan, bahwa selama ini tidak ada perawatan yang dilakukan oleh kedua PDAM tersebut.
Malahan, saat ini kata Teguh PDAM Kabupaten Malang akan membangun pipa baru lagi di sumber tersebut.
"Ya ini yang saat ini diprotes oleh warga. Mereka maunya mengambil air saja. Tapi tidak mau merawatnya," terangnya.
Untuk itu, mereka memohon kepada DPRD Kota Malang agar diberikan solusi terkait hal ini.
Apalagi, warga Mangliawan sebelumnya juga pernah melakukan dengar pendapat dengan DPRD Kabupaten Malang dan Bupati Malang, Sanusi.
Akan tetapi, dari hasil hearing tersebut hingga kini belum ada tindak lanjut lagi bagi warga Mangliawan.
"Bisa dilihat, bahwa saat ini Wisata Air Wendit semakin sepi dari pengunjung akibat eksploitasi yang berlebihan dari PDAM ini," ucapnya.
Dari hasil dengar pendapat tersebut, Komisi B DPRD kota Malang berjanji akan memberikan fasilitas kepada warga Mangliawan ini.
Hal itu disampaikan Wiwik Sukaesih anggota Komisi B DPRD usai menemui warga Mangliawan yang mengadu ke Gedung dewan di ruang sidang DPRD setempat.
"Kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan koordinasi. Agar mereka mendapatkan solusi terbaik atas tuntutan ini," ucapnya
Pemanggilan tersebut rencananya akan dilakukan pada Jumat 21 Februari 2020 mendatang.
Yakni memanggil Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas.
"Dari hasil dengar pendapat tadi, bahwa pemberian kompensasi sebesar 15 persen itu dijanjikan oleh Muhlas saat menyampaikan pidato ke warga Mangliawan," ucapnya.
Selain itu, dewan nantinya juga akan meminta PDAM untuk melihat kondisi lingkungan di daerah Mangliawan.
Terutama di area Wisata Air Wendit yang dirasa warga airnya sudah tidak melimpah seperti dulu lagi.
"Mereka ini meminta dan menuntut PDAM karena dampaknya dirasakan oleh warga. Salah satunya faktor lingkungan," ucapnya.
Untuk itu, dalam permasalahan ini dewan akan mencari informasi lebih lanjut dan menjalin komunikasi dengan PDAM maupun ke DPRD Kabupaten Malang.
Selain itu, dewan juga berencana akan melakukan sidak ke Wisata Air Wendit dan ke Desa Mangliawan untuk melihat langsung kondisi yang ada di sana.
"Hasil dari dengar pendapat ini akan langsung kami sampaikan ke pimpinan agar segera bisa ditindaklanjuti," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dprd-mangliawan.jpg)