Lapor Sam

Warga Takut Lewati Jembatan Darurat Dau Malang, Apalagi Saat Hujan, Ingin Jembatan Dibangun Kembali

Jembatan darurat yang dibangun hanya selebar tak lebih dari satu meter. Dengan ditopang beberapa batang bambu yang ditancapkan ke tanah.

SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Pengendara roda dua melewati jembatan darurat penghubung antara Desa Solorejo dengan Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Hingga kini, jembatan itu masih belum juga diperbaiki. Selasa (18/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, DAU - Sejak roboh ada Kamis (30/1/2020), Jembatan penghubung antara Desa Solorejo dengan Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang masih belum juga diperbaiki hingga kini, Selasa (18/2/2020).

Alhasil, jembatan darurat yang terbuat dari bambu menjadi tumpuan akses menuju dua desa yang memiliki wisata petik kebun jeruk itu.

Jembatan darurat yang dibangun hanya selebar tak lebih dari satu meter. Dengan ditopang beberapa batang bambu yang ditancapkan ke tanah.

Hanya kendaraan roda dua yang bisa melewati jembatan itu. Jika berpapasan, salah satu kendaraan harus mengalah.

Kondisi jembatan darurat yang hanya terbuat dari bambu, membuat Shodikin (39) warga Desa Selorejo, Kecamatan Dau khawatir.

"Takut kalau melewati jembatan ini apalagi dari bambu. Kalau lagi bawa jeruk saya gak berani mas," ucap pria yang berprofesi sebagai pengantar jeruk usai melewati jembatan.

Shodikin merasa tak berani jika melewati jembatan itu dikala hujan. Rawan terjatuh menurutnya.

Sekali pengantaran jeruk, ia bisa membawa beban hingga 60 kilogram dengan motor bebeknya.

"Akhirnya saya memutar Jadi saya memutar jalur via Tegalwaru - Sempu. Jadi menempuh jarak yang lebih jauh. Apalagi kalau hujan. Saya takut lewat sini. Takut terpeleset," keluhnya.

Shodikin berharap ada solusi dari pemerintah, terkait perbaikan jembatan yang menurutnya menjadi akses penting tersebut.

"Dulu jembatan ini kecil. Terus diperlebar. Baru dibangun tapi sekarang sudah roboh. Lebih cepat memang lewat jembatan. Semoga agar cepat dibangun dan memudahkan saya bekerja juga," harap Shodikin.

Pengguna jalan lain, Huda Tahril (26) menerangkan, jembatan selayaknya harus diperbaiki. Tak hanya itu, kondisi jalan di area wisata jeruk juga tidak baik. Aspal banyak mengelupas.

"Sering juga kesini beli jeruk di area Tegalweru - Selorejo. Kalau memang mau dikembangkan pariwisatanya akses jembatan atau jalan ya harus baik," kata pria asal Pekalongan, Jawa Tengah itu.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved