Gunung Semeru Semburkan Lava Sebanyak 14 Kali dan Letusan 49 Kali
Gunung Semeru mengalami letusan sebanyak 49 kali dengan amplitudo 11-25 mm dan durasi 45-130 detik. Sementara aktivitas kegempaan 6 kali
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM - Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur disebut mengeluarkan guguran lava sebanyak 14 kali pada periode pengamatan sepanjang Minggu (1/3/2020).
Masyarakat pun diimbau tidak melakukan aktivitas di alur luncuran awan panas.
“Teramati guguran lava pijar dengan jarak luncur 750 meter dari lidah lava ke arah Besuk Kembar,” terang petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Liswanto, dalam rilis resminya, Senin (2/3/2020).
• Penerbangan ke Malang Dapat Diskon 50 Persen, PHRI & Jatim Park Siapkan Paket Sambut Wisatawan
• Suara Mengerikan Sesaat Sebelum Jl Sultan Agung Jember Ambles, Jalan Poros Terbelah Saat Azan Subuh
• Penyebab 2 WNI di Indonesia Terjangkit Virus Corona, Sempat Berhubungan dengan WNA Jepang
Ia menyebut gunung setinggi 3.676 mdpl itu juga mengalami letusan sebanyak 49 kali dengan amplitudo 11-25 mm dan durasi 45-130 detik.
Sementara aktivitas kegempaan tercatat sebanyak enam kali dengan amplitudo 4-12 mm dan durasi 115-3600 detik.
Dari pengamatan, kata Liswanto, awan panas hasil letusan tampak tak kasat mata sebab cuaca di sekitar Semeru mendung.
Angin bertiup lemah ke arah selatan dan suhu udara berada di kisaran 23 hingga 25 derajat celcius.
PVMBG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1 hingga 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif.
Kawasan sebagai alur luncuran awan panas itu biasa disebut Jongring Saloka.
Hingga kini Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menutup pendakian menuju Gunung Semeru.
Penutupan ini adalah upaya mengembalikan ekosistem gunung tertingg di Pulau Jawa itu setelah terbakar pada September 2019 silam.