Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Saat Hari Raya Nyepi 25 Maret, Perhatikan Jam Dibuka Kembali

Penutupan itu dibarengi dengan larangan wisatawan untuk masuk ke kawasan Gunung Bromo melalui tiga jalur

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
ILUSTRASI - Eksotika Bromo 2019 digelar di Kaldera Lautan Pasir Gunung Bromo Tengger, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. 

SURYAMALANG.COM, BATU  - Kawasan  wisata gunung Bromo akan ditutup pada tanggal 25 Maret 2020.

Penutupan destinasi wisata alam ini untuk memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger dan Semeru (TNBTS) menutup kawasan wisata Gunung Bromo pada 25 Maret pukul 00.00 WIB sampai 26 Maret pukul 05.00 WIB. 

“Memperhatikan surat dari Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo tanggal 28 Februari perihal Hari Raya Nyepi 2020, maka kawasan wisata Bromo ditutup total pada 25 Maret pukul 00.00 WIB hingga 26 Maret 05.00 WIB,” ujar Kepala TNBTS, John Kennedie, dalam pengumuman resminya, Selasa (10/3/2020).

Kronologi Betrand Peto Dicakar Penggemar Hingga Berdarah, Anak Ruben Onsu Bingung Tutupi Luka

Sebelum Meninggal, Inilah Obrolan yang Dirajut Ashraf Sinclair Bersama Sang Adik Aishah Sinclair

2 Pemain Arema FC Cedera, Bagas Cedera Engkel, Utam Harus Istirahat 3 Bulan karena Cedera Ligamen

Penutupan itu dibarengi dengan larangan wisatawan untuk masuk ke kawasan Gunung Bromo melalui tiga jalur yakni Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo; Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan; dan pintu masuk Jemplang.

Kawasan wisata Bromo akan dibuka kembali pada 26 Maret pukul 05.01 WIB.

“Demikian pengumuman yang bisa kami sampaikan,” kata John.

Berdasarkan keputusan pemerintah, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 ditetapkan pada 25 Maret 2020.

Tak seperti tahun baru masehi, umat hindu memperingati pergantian Tahun Baru Saka dengan menyepi dan meniadakan semua aktivitas.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved