Kamis, 23 April 2026

Jendela Dunia

Lockdown Dipercaya Bisa Perlambat Penyebaran Virus Corona, Indonesia Belum Melakukannya, Mengapa?

Tingginya penyebaran virus corona atau Covid-19 di sejumlah negara membuahkan kebijakan baru, yakni wilayah yang terkena virus corona di-lockdown

Editor: eko darmoko
Stocktrek Images/Getty Images via Kompas.com
Ilustrasi Virus Corona 

Dikutip dari Aljazeera, Selasa (10/3/2020), lockdown yang dilakukan di Italia merupakan penutupan secara nasional untuk membatasi penyebaran virus corona.

Orang-orang akan diizinkan bepergian hanya jika ada situasi kerja yang mendesak dan karena alasan kesehatan.

Jika berbohong, warga akan dihukum 3 bulan penjara hingga denda 206 Euro atau sekitar Rp 3.402.800.

Italia juga memberlakukan penangguhan acara olahraga serta upacara seperti pemakaman dan pernikahan.

Orang-orang juga diminta menjaga jarak 1 meter.

Tempat-tempat umum seperti museum, bioskop, bandara, dan tempat lainnya juga ditutup.

Lockdown di China

China menerapkan langkah-langkah dramatis dan lockdown sejak Januari 2020.

Kebijakan lockdown ini dianggap mampu membuat penyebaran virus corona di China menurun.

Sebelum marak wabah virus corona, kebijakan lockdown juga sempat diberlakukan di sejumlah negara.

Seperti diberitakan BBC, 27 Maret 2015, wabah Ebola yang terjadi di negara di kawasan Afrika Barat, Sierra Leone, membuat negara itu memberlakukan penguncian.

Seluruh penduduk, sekitar 6 juta orang, diperintahkan untuk tinggal di rumah.

Ada pengecualian 2 jam pada hari Jumat dan Minggu untuk menghormati mereka yang beribadah.

Saat itu, dilaporkan banyak kasus baru Ebola di Sierra Leone setiap minggu.

Sebanyak tiga negara di Afrika Barat yang terkena dampak terburuk Ebola adalah Sierra Leone, Liberia, dan Guinea.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved