Penanganan Virus Corona di Malang

Penjelasan Rektor UB Terkait Mahasiswa yang Diobservasi di RSSA Kota Malang

Satu mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) sedang menjalani observasi di RS Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Satu mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) sedang menjalani observasi di RS Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang.

Observasi ini menyusul kecurigaan si mahasiswa terinfeksi Covid-19 atau virus corona.

Rektor UB, Nuhfil Hanani mengatakan kecurigaan bermula karena ayah dari mahasiswa itu meninggal diduga karena corona.

Namun hasil observasi, menyatakan negatif.

"Sang ibu yang merawat juga negatif. Nah sekarang mahasiswa itu lagi sakit. Disitulah kecurigaannya."

"Sekarang lagi di tes. Mudah-mudahan hasilnya negatif," terang Nuhfil kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (15/3/2020).

Dia menegaskan tidak ada lockdown kampus FT menyusul kasus ini.

Meskipun Satgas UB merekomendasikan agar melaksanakan ujian tanpa tatap muka atau take home exam.

"Tapi keputusannya masih kami ambil besok malam," ujar dia.

Apabila take home exam dipilih, Nuhfil tetap mengimbau para mahasiswa kembali ke rumah masing-masing.

Sebab jika mereka kembali, ada resiko para mahasiswa itu terinfeksi dan membawanya ketika kembali ke Malang.

"Apalagi yang Jakarta, yang daerahnya lebih rawan daripada Malang. Jadi kami memilih berhati-hati," katanya.

Hingga kini, study tour ke UB juga tetap diperbolehkan. Status gawat darurat belum diputuskan karena Malang masih dinyatakan aman.

"Boleh lah (kunjungan). Apalagi kalau dari sekolah sekitar sini saja boleh. Sampai sekarang kami berasumsi Malang ini aman," terangnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved