Viral Video Polisi Bubarkan Pengunjung Kafe Surabaya, Penyebabnya Gara-gara Virus Corona

Beredar video viral Polisi bubarkan pengunjung Kafe di Surabaya, Penyebabnya virus Corona.

WhatsApp
Video viral Polisi Bubarkan Pengunjung Kafe di Surabaya 

SURYAMALANG.COM - Beredar video viral Polisi bubarkan pengunjung Kafe di Surabaya.

Ternyata penyebabnya adalah virus Corona yang sedang merajalela di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Hal ini tak mengherankan mengingat angka penyebaran Virus Corona yang cukup tinggi di Surabaya.

Video Polisi bubarkan pengunjung Kafe di Surabaya itu beredar di WhatsApp pada Minggu 23 Maret 2020.

Dalam video viral tersebut, terlihat seorang pria yang ternyata polisi tampak membawa pengeras suara dan memaksa pengunjung kafe meninggalkan area untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dalam video berdurasi 49 detik itu, Polisi terlihat membubarkan pengunjung kafe menggunakan pengeras suara.

Tapi, sebelum membubarkan diri, polisi meminta para pengunjung membayar makanan dan minuman yang telah dipesan terlebih dulu.

"Saya beri waktu 10 menit, semua pengunjung kafe diminta segera membubarkan diri," kata polisi yang memegang pengeras suara dalam video itu.

Polisi yang memberikan pengumuman melalui pengeras suara itu merupakan Kapolsek Wiyung Kompol M Rasyad.

Aksi itu, kata dia, dilakukan pada Minggu (22/3/2020) dini hari.

Menurut Rasyad, kafe itu berada di Jalan Raya Wiyung-Menganti.

"Yang membubarkan dan membawa pengeras suara itu saya," kata Rasyad ketika dihubungi, Minggu.

Rasyad menegaskan, pembubaran kafe itu merupakan bagian dari usaha pemerintah memutus rantai penyebaran virus corona baru di Indonesia, khususnya Surabaya.

"Kami minta pengelola kafe menyadari kondisi bahwa saat ini Surabaya darurat Corona," jelasnya.

Polsek Wiyung juga gencar menyosialisasikan potensi penyebaran virus corona di sejumlah kafe di Surabaya.

Menurutnya, kerumunan berpotensi menjadi wadah penyebaran virus corona.

Para pemilik usaha seperti kafe pun diminta memahami hal itu.

Hingga Sabtu sore, total pasien positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 26 orang.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 79 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 793 orang.

Dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, Kota Surabaya menjadi daerah paling banyak pasien positif sekitar 20 orang, 13 PDP, dan 110 ODP.

Hingga saat ini, Pemprov Jatim telah menyiapkan 1.613 tempat tidur pasien yang terjangkit Covid-19.

Ribuan tempat tidur itu digunakan untuk ruang isolasi dan observasi.

Sementara itu, perkembangan virus corona di Malang, Jawa Timur. Hingga saat ini, Minggu 22/03/20, pukul 19.00, pasien positif corona di Kabupaten Malang masih bertambah 2 orang.

Sebelumnya pasien potif corona di Malang, Jatim terdapat 2 orang satu diantaranya meninggal dunia. Kini total orang positif corona di Kabupaten Malang terdapat 4 orang.

Dan di Kota Malang terdapat 1 pasien positif corona. Jadi, pasien yang terinfeksi virus corona di Malang, Jatim saat ini terdapat 5 orang.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Malang bertambah dari empat menjadi delapan.

Delapan orang PDP dan 4 pasien positif corona kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Adapun untuk PDP di Kota Malang saat ini berkembang dari 4 orang menjadi 8 orang,” tutur Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto, Minggu (22/3/2020).

Dia mengatakan jumlah orang dengan resiko (ODR) saat ini sebanyak 285 orang. Sementara orang dalam pengawasan (ODP) tercatat sebanyak 78 orang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved