Berita Surabaya Hari Ini

Ujian Nasiona (UN) 2020 Ditiadakan, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Sebut Siap Menilai Kelulusan Siswa

Wahid Wahyudi selaku Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim mengatakan, di Jatim saat ini sudah siap untuk mengatur penilaian kelulusan siswa.

SURYAMALANG.COM/Tony Hermawan
Wahid Wahyudi Kadindik Jatim saat ditemui di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jatim, Selasa (24/3/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dinas Pendidi

Ujian Nasional Ditiadakan, Mendikbud Nadiem Makarim Disebut Siap Alihkan Anggaran Rp 305 Miliar

Fakta Lengkap UN Ditiadakan Terkait Penyebaran Virus Corona, Faktor Ini Jadi Pertimbangan Kelulusan

Update Kasus Corona di Kota Malang, 48 Orang Tenaga Medis Masuk Dalam Daftar ODP, Total Ada 111 ODP

n (Dindik)Jatim menyatakan siap menjalankan instruksi dari kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setelah Ujian Nasional (UN) atau Unas dinyatakan ditiadakan untu tahun ini.

Meski masih menunggu surat resmi setelah pemerintah pusat memberikan pernyataan resmi, Dindik Jatim juga menyatakan siap menjalankan penilaian proses kelulusan siswa tanpa UN atau Unas.

Wahid Wahyudi selaku Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim mengatakan, di Jatim saat ini sudah siap untuk mengatur penilaian kelulusan siswa.

Presentase tersebut didapat dari nilai rapor selama 3 tahun dan ujian sekolah secara tertulis maupun praktek.

"Saya rasa kelulusan sudah selesai tidak ada masalah. Karena kelulusan itu ditentukan dari 6 semester selama 3 tahun, rata-ratanya 60 persen. Kemudian ujian sekolah atau satuan pendidikan ditambah dengan praktek laboratorium nilainya 40 persen itu sudah cukup menentukan kelulusan," jelas Wahid, Selasa (24/3/2020).

"Beberapa waktu yang lalu gubernur kita menunda UN SMA yang semula tanggal 30 maret menjadi 6 april. Dengan kebijakan baru dari menteri pendidikan dan kebudayaan ya kita menyesuaikan tetapi kami msh nunggu surat resmi untuk menindak lanjuti secara operasional," ucapnya

Di kesempatan itu, ia menjelaskan manfaat UN. Pertama untuk melihat disparitas mutu pendidikan di masing-masing wilayah, kedua dapat digunakan siswa untuk melanjutkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi.

"Jalur ini kan masih berlaku, pendidikan-pendidikan tertentu misalnya akademi militer tahun kemarin melihat dari hasil ini. Maka dari peniadaan ini di tingkat perguruan tinggi mustinya juga harus segera menyesuaikan," ujarnya.

Sementara yang dapat menyesuaikan syarat tersebut adalah menteri pendidikan.

"Nunggu hasil dari menteri pendidikan ya," katanya.

Saat disinggung proses belajar saat pandemi corona, Mantan Staf Bappeda ini memastikan proses pembelajaran secara daring pun berjalan maksimal.

"Alhamdulillah hasil pantauan semua kepala dinas di Jatim semua berjalan dengan baik dan para guru bisa memonitor mana siswa yang tidak online. Jadi untuk siswa yang tidak menjaga kontak dengan guru, pasti langsung dihubungi orang tuanya,"

(Tony Hermawan)

Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved