Berita Malang

Berita Malang Hari Ini Populer, Jumlah Pasien Virus Corona Terbaru & Judi Online di Warkop Singosari

Berita Malang hari ini populer, jumlah pasien virus corona terbaru dan penggerebekan judi online di warkop Singosari melibatkan wanita 50 tahun.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase
Ilustrasi pasien virus corona dan barang bukti judi online 

SURYAMALANG.COM - Berita Malang hari ini populer salah satunya mengulas jumlah pasien virus corona terbaru di Malang.

Selain itu, berita Malang hari ini lainnya juga membahas penggerebekan judi online di warung kopi alias warkop di Kecamatan Singosari

Selengkapnya, langsung saja simak berita Malang hari ini populer Jumat 27 Maret 2020 yang telah terangkum. 

1. Jumlah Pasien Virus Corona Terbaru

UPDATE Virus Corona di Malang 26 Maret: Pasien Positif Covid-19 Bertambah dan Jam Malam Mal & Warkop
UPDATE Virus Corona di Malang 26 Maret: Pasien Positif Covid-19 Bertambah dan Jam Malam Mal & Warkop (KOLASE SURYAMALANG.COM)

Satgas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Kabupaten Malang menyampaikan data terbaru jumlah orang positif COVID-19 atau terjangkit virus corona.

Melalui laman resminya pada Kamis (26/3/2020) disebutkan ada 4 jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Salah satu pasien positif COVID-19 telah meninggal dunia. Sementara 3 pasien positif corona tengah dirawat.

Ada 40 orang masuk dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP). 38 orang di antaranya sedang dalam proses pemantauan.

Sedangkan 2 orang, telah selesai pemantauan.

Di Kabupaten Malang total ada 15 pasien dalam pengawasan (PDP). 8 diantaranya masih dirawat. Sedangkan 7 lainnya telah pulang dan dinyatakan sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan, pelaksanaan Rapid Tes masih menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Apabila rapid test nanti sudah diterapkan, tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat yang menangani langsung pasien terpapar Covid -19 bakal mendapat prioritas.

"Jika itu sudah ada, yang paling prioritas adalah tenaga medis yang langsung berhubungan dengan pasien. Satu persatu dari mereka akan ikut Rapid Test," ujar Arbani ketika dikonfirmasi, Kamis (26/3/2020).

Arbani menambahkan, orang yang berhak mendapat rapid test adalah warga yang berhubungan dengan pasien yang terpapar virus corona.

Pelaksanaan rapid test dilakukan tidak secera massal.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved