Virus Corona di Jatim

Prosedur Perawatan Jenazah Pasien Covid-19 Menurut Ketua PWNU Jatim & Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya

Warga harus hati-hati saat merawat jenazah yang meninggal akibat Virus Corona atau Covid-19.

Proses pemakaman pasien Covid-19 berusia 57 tahun di Sidoarjo beberapa waktu lalu. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Warga harus hati-hati saat merawat jenazah yang meninggal akibat Virus Corona atau Covid-19.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), KH Marzuki Mustamar mengatakan jika ada tempat fasilitas memandikan jenazah di rumah sakit, lebih baik jenazah dimandikan di rumah sakit.

Pihak keluarga tidak perlu memaksakan diri untuk memandikan jenazah di rumah.

"Kalau sekiarnya memungkingkan dimandikan, monggo tetap dimandikan. Kalau tidak mungkin, ya tidak usah dimandikan."

"Kalau tidak bisa dimandikan, berarti tidak usah disalati. Karena syaratnya disalati itu harus dimandikan, dan dikafani," ucap Marzuki kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (31/3/2020).

Jika jenazah tersebut sudah dimandikan dan dikafani, maka harus ada yang melaksanakan salat jenazah, minimal oleh keluarga dari jenazah.

Tapi, orang akan salat jenazah harus tetap memperhatikan keamanan.

"Kalau sudah dimandikan, ya harus disalati," lanjut Marzuki.

Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Kota Malang ini menambahkan dalam kasus kematian karena virus corona, dokter, tenaga medis, atau pihak berwenang harus sosialisasi kepada keluarga dan tetangga jenazah terkait keamanan dalam memperlakukan jenazah, mulai dari memandikan sampai menguburkan.

"Dokter yang mengerti kondisi jenazah. Kalau kondisi tidak aman, harus masyarakat harus dilarang ikut melayat," ucapnya.

Jikalau kondisi aman, maka harus melaksanakan salat jenazah, khususnya keluarga.

"Berat juga konsekuensinya jika orang yang meninggal itu seorang ibu, tapi anaknya tidak menyalatkan," lanjut Marzuki.

Sementara itu, Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi mengatakan sudah ada pedoman penguburan dan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19.

"Jenazah itu harus di-plastik, tidak tembus udara, dan tidak boleh ada cairan yang keluar, kemudian diberi disinfektan."

"Kalau bisa, jenazah sudah dimakamkan dalam waktu empat jam," kata Joni.(Sofyan Arif Candra Sakti)

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved