Virus Corona di Jatim

97 Warga Jatim Terdeteksi Positif di Rapid Test, 16 Di Antaranya Tenaga Kesehatan

Dari 97 orang yang terdeteksi positif melalui rapid test, 75 di antaranya sudah kita lakukan tes swab PCR. Tinggal menunggu hasilnya

SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selalu menyampaikan informasi update terkait penanganan virus corona. Hasil Rapid test di berbagai daerah di jatim tercatat ada 97 orang yang terdeteksi positif 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebanyak 97 orang warga Jatim terdeteksi positif dari hasil rapid test di beberapa daerah.

Untuk memastikan 97 orang ini benar-benar positif corona atau tidak masih perlu ditindaklanjuti dengan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memastikan.

Meski demikian, hasil dari rapid test ini setidaknya bisa menjadi peringatan awal agar yang bersangkutan bisa mengisolasi diri.

Ini Urutan Cara Dapatkan Gratis & Diskon 50 Persen Token Listrik Pra Bayar, Resmi dari PLN

GMNI UM Bagikan Paket Sembako dan Alat Kesehatan ke Warga dan Mahasiswa Bidik Misi UM

Wali Kota Malang Cabut Surat Edaran Soal Bantuan Penanganan Virus Corona, Sudah Disalahgunakan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa tes cepat massal covid-19 sudah dilaksanakan di banyak daerah di Jawa Timur. Total saat ini ada 3.976 warga Jatim yang sudah dites menggunakan rapid test kit.

“Dari angka tersebut yang terdeteksi positif ada sebanyak 97 orang. Mereka langsung kami tindak lanjuti dengan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Sebab hanya dengan metode ini maka akan bisa didapatkan konfirmasi virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan covid-19 ada di tubuh seseorang,” kata Khofifah, Jumat (3/4/2020), pagi.

Ia menyebutkan bahwa dari 97 orang yang dites cepat tersebut ada 16 dari tenaga kesehatan, pasien PDP sebanyak 51 orang, dari ODP ada sebanyak 25 orang, dan orang tanpa gejala sebanyak 9 orang.

“Dari 97 yang terdeteksi positif, 75 di antaranya sudah kita lakukan tes swab PCR. Tinggal menunggu hasilnya,” tegas Khofifah.

Ini akan menjadi PR bagi gugus kuratif untuk melakukan percepatan swab dan PCR. Bagi yang positif maka akan ditanggung oleh biaya oleh pemerintah pusat sedangkan yang negatif akan ditanggung oleh pemerintah provinsi.

Sementara itu Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa Rapid test bukan gold standart untuk deteksi covid-19 tapi cukup untuk screening awal.

“Dan belum pasti yang positif di rapid test itu menderita covid-19, bukan begitu. Tapi bisa jadi dia mendeteksi antibodi untuk virus corona yang lain seperti SARS atau MERS. Jadi konfirmasi presisi harus di swab PCR,” tegas Joni.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved