Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Surabaya Ternyata Sama dengan Malang Raya, Belum Terapkan PSBB untuk Hadapi Virus Corona

Saat ini Pemkot Surabaya ternyata masih mematangkan kajian untuk selanjutnya diajukan guna menerapkan secara resmi.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sugiharto
Kondisi Jalan Tunjungan dengan gedung ikon Siola di saat penutupan jalan guna mendukung Physical Distancing, 27 Maret 2020. Meski beberapa jalan utama di Surabaya ditutup, ibu kota Jatim itu ternyata juga belum menerapkan PSBB 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagaimana diatur dalam PP 21 2020 ternyata belum diberlakukan di Surabaya.

Sempat diumumkan akan menerapkan PSBB secara utuh, kota Surabaya rupanya masih belum menerapkannya.

Saat ini Pemkot Surabaya ternyata masih mematangkan kajian untuk selanjutnya diajukan guna menerapkan secara resmi.

Belum Ada Daerah di Jatim Ajukan PSBB, Termasuk Malang dan Surabaya, Ternyata Ada Syarat Wajibnya

Ada 23 Klaster Sumber Penularan Virus Corona di Jatim, 4 Klaster di Malang Raya Termasuk Kota Batu

Sopir Cabul Nodai Dua Remaja Perempuan dalam Sehari di Jember, Hanya Modal Buaian di Media Sosial

"Itu ada mekanisme untuk satu daerah memberlakukan PSBB," kata Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser, Senin (6/4/2020).

Kadis Komunikasi dan Informatika Surabaya ini mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan analisa lebih detil terkait berbagai aspek yang bisa terdampak seperti aspek ekonomi, serta sosial masyarakat.

Sebab itu, pihaknya masih terus melakukan kajian selain harus menjalankan hal itu sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

"Setelah kajian dan analisa dilakukan, maka itu kemudian dilaporkan dahulu kepada Wali Kota," ungkapnya.

Setelah itu, lanjut Fikser, barulah pihaknya akan melaporkan secara berjenjang, kepada Pemprov Jatim terlebih dahulu sebelum ke Kementerian atau Pemerintah pusat.

Kalaupun saat ini di Surabaya terdapat posko di pintu masuk Surabaya, menurutnya hal itu merupakan bagian langkah preventif guna memutus rantai persebaran Covid-19.

Keberadaan posko itu hanya sebatas memberikan imbauan tidak sampai pada pelarangan masuk ke Surabaya.

Imbauan itu hanya semata menyampaikan anjuran pemerintah untuk disiplin menjalankan protokol pencegahan, diantaranya agar warga disiplin menjalankan physical distancing.

"Disamping dilakukan penyemprotan disinfektan, serta pemeriksaan suhu tubuh," terangnya.

(Yusron Naufal Putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved