Virus Corona di Malang

Bapas Kelas I Malang Kota Awasi Napi yang Bebas Akibat Adanya Peraturan Pandemi Virus Corona

Bapas Kelas I Malang Kota tetap mengawasi warga binaan yang bebas karena asimilasi dan integrasi.

theguardian.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang Kota tetap mengawasi warga binaan yang bebas karena asimilasi dan integrasi saat pandemi corona.

Pembebasan warga binaan itu sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 10/2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

"Kami awasi mereka sampai masa yang telah ditentukan," ujar Sugandi, Kepala Bapas Kelas I Malang Kota kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (9/4/2020).

Total warga binaan yang diawasi sebanyak 250 orang, baik dewasa maupun anak-anak.

"Data ini tidak hanya untuk dua lapas di Kota Malang, tapi juga beberapa kota dan kabupaten. Sebab, wilayah kerja kami mencakup Malang Raya, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Lumajang," jelasnya.

Pihaknya minta warga binaan yang bebas selalu berada di dalam rumah dan bekerja dari rumah.

"Apalagi pelaporan wajib bisa dilakukan secara online. Jadi mereka tidak perlu susah payah keluar rumah."

"Pelaporan dapat dilakukan melalui WA, video call, atau via telepon," tambahnya.

Sugandi menambahkan pelaporan bagi napi asimilasi sebanyak sekali dalam sepekan, dan klien integrasi sebanyak sekali dalam sebulan.

"Bila klien berkelakuan baik selama masa pengawasan, maka akan dibebaskan murni. Tentunya dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi," terangnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved