Berita Surabaya

Modus Mucikari Tawarkan 600 Perempuan, Manfaatkan Facebook dan WhatsApp Hingga Kelompokkan Pelanggan

Para mucikari mempunyai grup khusus bagi para member yang sudah lebih dari sekali memesan jasa layanan seks kepadanya.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Firman
Barang bukti berupa uang tunai dan foto -foto perempuan yang ditawarkan ke para pria hidung belang dari mucikari prostitusi online di Surabaya 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Mucikari jaringan prostitusi online yang ditangkap Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya mengungkap modusnya menjajakan para perempuan anak buahnya memanfaatkan media sosial.

Para mucikari ini memanfaatkan facebook dan WhatsApp dalam melayani pelanggannya.   

Tiga Mucikari yang ditangkap  buka suara soal modusnya.

Gading Matren Posting Gempi Ngobrol Bareng Justin Bieber di Live Instagram, Malu-Malu Ternyata Halu

Sejarah Arema FC Jadi Pembuka Era Baru Kompetisi Liga 1 Pada 2017, Terjadi Pasca Sanksi FIFA Dicabut

Lisa Semampow misalnya, janda pemilik toko di Pasar Atom itu mempunyai grup khusus bagi para member yang sudah lebih dari sekali memesan jasa layanan seks kepadanya.

Setelah berkomunikasi via grup facebook, Lisa dan pelanggannya kemudian beralih ke pesan whatsapp.

"Di sana akan diberikan foto perempuannya berikut tarif sekali kencannya," kata Iwan, Rabu (15/4/2020).

Setelah sepakat, Lisa kemudian mengatur di mana hotel yang pas untuk melayani pelanggannya.

"Anak buah dihubungi dan diminta untuk datang ke hotel yang sudah disediakan tersangka. Di sana korban dan tamu akan bertemu di hotel," tambahnya.

Setelah dua kali transaksi, Lisa kemudian memasukkan para tamu itu ke sebuah grub whatsapp untuk kemudian di pilah menjadi tiga klasifikasi, layanan biasa, sedang dan premium.

"Untuk harganya biasa itu di bawah 5 juta, sedang antara 5 sampai 10 juta dan kalau premium itu di atas 10 juta," lanjut Iwan.

Hasil pemeriksaan menyebutkan jika para pelanggan Lisa dan dua mucikari lainnya beragam.

Kebanyakan adalah pebisnis atau pengusaha dan sedikitnya pejabat.

Namun, mantan Kasat Reskrim Tuban itu enggan menyebut lebih detail.

"Kebanyakan memang pebisnis karena untuk layanan premium itu yang tentu saja menengah ke atas. Tentu pelanggannya juga bukan orang biasa,"tandas Iwan.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved