Berita Malang Hari Ini
Bappeda Sebut Angka Kemiskinan di Kabupaten Malang Berpotensi Bertambah
Bappeda Kabupaten Malang memprediksi angka kemiskinan di wilayahnya bakal kembali ke angka dua digit
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
SURYAMALANG.COM, MALANG - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang memprediksi angka kemiskinan di wilayahnya bakal kembali ke angka dua digit. Pada 2019, angka prevalensi kemiskinan di Kabupaten Malang pada angka 9,47 persen.
Jumlah itu kemungkinan bisa bertambah mengingat situasi pandemi seperti saat ini belum juga reda.
"Apabila terus seperti sekarang ini (situasi pandemi), kemiskinan bisa cenderung naik. Paling tidak kembali pada dua digit didepan koma, itu sudah pasti,” terang Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto ketika ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Malang, Selasa (21/4/2020).
Tomie menambahkan, penerima bantuan diprediksi akan terus baik mengingat kondisi ekonomi yang lesu.
Hal tersebut menyebabkan timbulnya pengangguran, sehingga menurunkan daya beli masyarakat karena terhentinya penghasilan.
"Ini baru untuk masyarakat yang dialokasikan untuk mendapat sembako, belum yang BLT, BPNT, PKH maupun program bantuan sosial. Kami memprediksi jumlahnya juga akan bertambah. Kami bukan pesimis, realita yang ada seperti itu," ujar Tomie.
Pernyataan berbeda dilontarkan oleh Bupati Malang, Muhammad Sanusi.
Pengusaha tebu asal Gondanglegi itu berkeyakinan tingkat kemiskinan di wilayahnya bakal turun satu persen pada akhir tahun 2020, meski wabah virus corona sedang melanda.
Sanusi menerangkan, presentase kemiskinan di Kabupaten Malang pada tahun 2019 berkisar 9,3 persen.
"Mudah-mudahan tahun 2020 presentase kemiskinan bisa turun satu digit. Saya berkeyakinan angka kemiskinan bisa turun. Karena kebutuhan mereka Insya Allah kami bantu semua. Retribusi kita bebaskan, PDAM kita bebaskan, bantuan sembako udah kami salurkan," terang Sanusi saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Malang, Selasa (21/4/2020).
Keyakinan Sanusi tentang bakal menurunnya angka kemiskinan, juga didasarkan dari kabar Kementrian Sosial RI yang akan memberikan bantuan Rp 600 ribu bagi keluar tidak mampu.
"Nanti ada bantuan lagi dari Kemensos yaitu per orang dapat Rp 600 ribu nanti teknisnya dari situ (Kemensos) semua," beber politisi PDI Perjuangan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bupati-malang-muhammad-sanusi-pakai-masker.jpg)