Berita Malang Hari Ini
Belum Ada Napi Asimilasi dari Lapas Lowokwaru Malang yang Terlibat Kriminalitas Lagi
Belum ada narapidana atau napi asimilasi dari Lapas Lowokwaru, Kota Malang yang terlibat dalam kriminalitas lagi atau mengulang kejahatannya.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Belum ada narapidana atau napi asimilasi dari Lapas Lowokwaru, Kota Malang yang terlibat dalam kriminalitas lagi atau mengulang kejahatannya.
Kepala Lapas Lowokwaru Malang, Anak Agung Gde Krisna menyampaikan total ada 450 warga binaan yang mengikuti program asimilasi di Lapas Lowokwaru Malang.
450 warga binaan ini tidak dibebaskan, tetapi hanya menjalani sisa masa hukuman di rumah.
Para napi asimilasi tersebut harus wajib lapor kepada petugas lapas.
"Ini kan program dari pusat untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Jadi harus kami lakukan."
"Program ini juga bagus, karena mengurangi kapasitas yang ada di dalam lapas," ucap Agung kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (25/4/2020).
Sebelum dibebaskan, petugas mendata para napi asimilasi.
Kemudian data tersebut disebarkan kepada bupati Malang, wali Kota Malang, wali Kota Batu, kapolresta Malang Kota, dan kapolres Malang.
Hal itu dilakukan, agar mereka dapat mengetahui, siapa saja yang telah diasimilasi.
Di dalam data tersebut juga telah terera dengan lengkap, baik foto, alamat lengkap dan data diri dari napi asimilasi tersebut.
"Datanya sudah kami share melalui link yang kami berikan. Harapannya nanti biar ada pengawasan bersama. Jadi bisa saling mengetahui," ucap Agung.
Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan oleh petugas lapas kepada para napi asimilasi tersebut.
Pengawasan tersebut bisa dilakukan melalui sambungan telepon ataupun melalui video call.
Sistem video call ini juga bisa dilakukan bagi warga binaan yang berada di dalam lapas.
Terutama bagi warga binaan yang khawatir dengan kondisi kesehatan istri, anak ataupun keluarganya di rumah.
"Memang Covid-19 ini membuat semua orang merasa khawatir. Jadi sekarang kunjungan melalui online."
"Dengan video call biar mereka di lapas tidak stress memikirkan keluarganya di rumah," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kalapas-lowokwaru-malang-anak-agung-gde-krisna.jpg)