Virus Corona di Jatim
UPDATE Kasus Positif Covid-19 Jatim, Pasien Positif Corona Kota & Kabupaten Malang Bertambah Lagi
Kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Timur bertambah 80 orang menjadi 951 kasus per Kamis (30/4/2020).
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Timur bertambah 80 orang menjadi 951 kasus per Kamis (30/4/2020).
Penambahan tersebut diantaranya, 1 kasus di Lumajang, 1 di Ngawi, 2 di Bangkalan, 1 di Kota Malang, 2 di Kabupaten Malang, 4 di Lamongan, 2 di Gresik, 8 di Sidoarjo, 1 di Probolinggo, 12 di Magetan, 1 Suemenep, 1 Pasuruan dan 44 di Kota Surabaya.
Jika dilihat, penambahan terbanyak ada di Kota Surabaya, padahal Surabaya sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Selasa (28/4/2020) bersama Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas (Gugas) Penanganan COVID-19 Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan, penambahan kasus itu tak bisa diukur dengan pelaksanaan PSBB Surabaya Raya yang baru berjalan tiga hari.
Pasalnya, tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap kasus penambahan itu sudah dilaksanak jauh hari sebelum penerapan PSBB.
“Tidak bisa kalau PSBB Sekarang terus tiap hari turun itu tidak bisa. Tadi yang diumumkan positif itu pemeriksaannya sudah kapan, diumumkannya sekarang. Yang pasti kita memantau bagaimana kurva epidemiologimya, bagaimana pelaksanaan PSBB itu sendiri kemudian apakah transmisi lokalnya, area transmisinya berkurang apa tidak,” jelasnya.
Dari 951 kasus positif Covid-19 tersebut, 162 di antaranya sudah sembuh, 100 meninggal dunia, dan 690 diantaranya masih dirawat.
"Dari 690 yang masih dalam perawatan tersebut, 227 diantaranya isolasi mandiri di rumah. 59 di gedung, dan 404 di rumah sakit," kata Joni, Kamis (30/4/2020).
Lebih lanjut Joni menjelaskan untuk kasus sembuh ada tambahan 5 kasus orang. Diantaranya, 1 di Lumajang, 1 Malang, 1 Sidoarjo dan 2 Kota Surabaya. Sehingga kasus sembuh menjadi 162 orang.
Sedangkan kasus meninggal dunia, ada 3 pasien, yakni 1 di Malang dan 2 lainnya di Kota Surabaya. Maka, total meninggal dunia hingga saat ini mencapai 100 kasus.
Sementara itu, ada 3.065 kasus PDP dengan 1.589 yang masih dirawat. Sedangkan, 19.304 kasus ODP dengan 5.952 orang dalam pemantauan.
(Sofyan Arif Candra)