Virus Corona di Tulungagung

17 Karyawan Pabrik Rokok Reaktif saat Rapid Test, Dinkes Tulungagung Sebut Produknya Tetap Aman

Sekretaris Posko Kesehatan Covid-19 Dinkes Tulungagung, Didik Eka, menegaskan rokok yang dihasilkan pabrik itu aman.

david yohanes/suryamalang.com
Pabrik rokok di Tulungagung yang diduga terjadi penularan corona. 

SURYAMALANG.COOM, TULUNGAGUNG - Petugas medis dari Posko Kesehatan Covid-19 Dinkes Tulungagung menemukan 17 karyawan pabrik rokok yang reaktif saat dilakukan rapid test. Temuan ini sempat memicu kekhawatiran, karena masyarakat menduga rokok yang dihasilkan bisa menularkan virus corona.

Namun, Sekretaris Posko Kesehatan Covid-19 Dinkes Tulungagung, Didik Eka, menegaskan rokok yang dihasilkan pabrik itu aman.

“Virus untuk bisa bertahan itu kan butuh suhu tertentu dan kelembaban. Sementara rokok kan butuh kering,” terang Didik.

Menurutnya, kalau pun ada virus maka sudah akan mati dalam waktu sekitar 3 jam.

Sementara proses produksi rokok hingga sampai ke konsumen, butuh waktu sangat lama.

Mulai dari pelintingan, dibungkus plastik, dimasukkan kemasan produk, dipak dalam ukuran besar baru dikirim.

“Saya yakin untuk penjualan lokal pun, butuh waktu lebih dari sembilan jam. Jika pun ada virus pasti sudah mati,” sambung Didik.

Karena itu Didik meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan rokok produksi dari pabrik itu.

Kecuali rokok itu dikonsumsi langsung di pabriknya, ada kemungkinan terjadi penularan.

Sebab produksi rokok dan pengemasan dilakukan hanya selang beberapa jam.

“Tidak perlu khawatir rokoknya mengandung virus, gak ada virus yang hidup setelah 9 jam di rokok,” pungkasnya.

Sebelumnya tim medis menemukan H, salah satu karyawan pabrik rokok ini reaktif saat dilakukan rapid test.

Temuan ini kemudian ditindaklajuti dengan melakukan rapid test kepada 146 daro 250 karyawan di blok pertama.

Hasilnya 17 orang dinyatakan positif rapid test, dengan rincian 7 dari Tulungagung, 5 dari Kabupaten Kediri dan 5 dari Kabupaten Kediri.

Sementara masih ada 450 orang karyawan yang bekerja di blok ke dua yang belum dilakukan rapid test.

Penulis: David Yohanes
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved