Virus Corona di Jatim

Tim Covid-19 Hunter Polda Jatim Langsung Bertugas, Dipersenjatai Mobil Double Cabin & Belasan APD

Mobil & APD untuk Tim Covid-19 Hunter yang terdiri dari gabungan anggota Ditreskrimum,Ditintelkam Polda Jatim, RS Bhayangkara & Polrestabes Surabaya

TribunJatim/Luhur pambudi
Mobil double cabin yang akan digunakan Satgas Covid-19 Hunter di Mapolda Jatim, Senin (4/5/2020) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyerahkan lima unit mobil double cabin dan puluhan alat pelindung diri (APD) pada Satgas Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Hunter, Senin (4/5/2020).

APD yang diberikan meliputi 10 pakaian Hazmat, 10 pasang Sepatu Boots, 10 pasang sarung tangan, 10 Kacamata, 10 Kantung Mayat, dan 10 Alat Semprot Disinfektan.

Mobil dan APD itu diberikan kepada Satgas Covid-19 Hunter yang terdiri dari gabungan anggota dari Ditreskrimum Polda Jatim, Ditintelkam Polda Jatim, Rumkit Bhayangkara Surabaya, dan Polrestabes Surabaya.

Ia berharap kendaraan dan perlengkapan APD itu dapat difungsikan dalam menangani pandemi wabah Covid-19.

"Mobil khusus ini, dilengkapi APD, digunakan untuk (melayani) masyarakat di jalan, kalau ada orang sakit, inilah kendaraannya," ujarnya di depan Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Senin (4/5/2020).

Setelah diserahkan, Luki berharap, kendaraan dan perlengkapan APD itu dapat langsung digunakan dalam patroli rutin hari ini.

"Hari ini sudah saya perintahkan untuk bisa langsung berikan pelayanan pada masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Jatim telah membentuk Tim Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Hunter pada Selasa (28/4/2020) .

Anggota Tim Covid-19 Hunter ini akan membantu kerja teknis tenaga medis di rumah sakit (RS) yang menjadi rujukan penanganan pasien Covid-19.

Tugasnya, 15 orang anggota tim itu akan mengamankan warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP), yang terbilang bandel.

Artinya, sudah dianjurkan secara medis oleh pihak RS untuk melakukan isolasi mandiri di rumah kurun waktu 14 hari, namun masih tetap berkeliaran di luar rumah.

Termasuk mengamankan pasien berstatus ODP atau PDP yang sengaja kabur dari penanganan medis RS.

(Luhur Pambudi)

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved