Minggu, 10 Mei 2026

Kesehatan

Tips Mengatasi Stres Selama Masa PSBB, Termasuk Kurangi Aktivitas di Media Sosial

Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Surabaya Surabaya berpotensi menimbulkan stres.

Tayang:
Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM - Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Surabaya Surabaya berpotensi menimbulkan stres.

Pakar Psikologi Sosial Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr Andik Matulessy, M.Si., Psikolog menjelaskan setiap situasi yang sulit diprediksi dan sulit dikendalikan akan menimbulkan kecemasan pada diri seseorang.

"Kecemasan yang tidak segera terselesaikan inilah yang akan mengarah pada stres," kata Dr Andik kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (6/5/2020).

"Terutama bagi orang yang mengandalkan pemasukan dari bekerja atau berdagang, karena penghasilannya semakin minim," imbuhnya.

Begitu pula orang yang mengalami kebosanan di rumah akibat tidak memiliki waktu dan ruang untuk mendapat kesenangan, seperti nongkrong di cafe atau warkop.

Andik menjelaskan PSBB juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat, seperti lebih fokus untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga, karena lebih banyak waktu di rumah.

"Selain itu juga seseorang terhindar dari perilaku kriminalitas, dan memberi peluang untuk fokus dalam pengembangan diri," ujar Dr Andik.

Meski PSBB memberikan kenyamanan, setiap masih ada kemungkinan stres.

Andik menyebut stres dapat terjadi pada seseorang jika orang tersebut memiliki pengetahuan yang kurang tentang Covid-19, seperti infeksi, cara penularan, obat penyembuh dan lain sebagainya.

Ketidakmampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan kondisi perkembangan wabah yang cepat juga memicu stres.

Andik memberi tips yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengatasi kemungkinan stres selama masa PSBB.

"Kurangi membuka media sosial, perbanyak komunikasi dengan keluarga dan teman, dan lakukan relaksasi untuk menurukan kecemasan."

"Itu bisa menumbuhkan perasaan positif dan meningkatkan imun tubuh," kata Andik.

"Bijak memilih dan memilah informasi yang benar dan hindari hoaks), melakukan aktivitas yang positif dan menyenangkan di rumah yang sebelumnya jarang dilakukan, serta ibadah menjadi cara terbaik mengurangi stres," tambahnya.

Andik menyarankan masyarakat yang sudah mengalami stres berkepanjangan minta pertolongan ke psikolog.

"Atau masyarakat dapat menghubungi 119 ext 8 agar stres tidak semakin parah," imbuhnya.(Zainal Arif)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved