PSBB Malang Raya
UPDATE PSBB Malang Raya Hari Ini 8 Mei 2020: Sedang Dibahas Gubernur & Poin-poin Dasar Bisa Diterima
UPDATE PSBB Malang Raya hari ini 8 Mei 2020: sedang dibahas Gubernur Jawa Timur dan poin-poin dasar bisa diterima
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut update PSBB Malang Raya hari ini 8 Mei 2020 yang sedang dibahas oleh Gubernur Jawa Timur.
Selain itu poin-poin dasar PSBB bisa diterima juga tidak luput diulas dalam update PSBB Malang Raya hari ini.
Sementara itu PSBB di Kabupaten Malang semakin mengarah pada pembatalan setelah sebelumnya sepakat menggelar PSBB Malang Raya.
Lantas, bagaimana pendapat warga bila PSBB Kabupaten Malang betul-batul dibatalkan?
Dari rangkuman data yang dihimpun SURYAMALANG.COM, berikut ulasan lengkap update PSBB Malang Raya hari ini.
1. Usulan PSBB Malang Sedang Dibahas Gubernur
Sekda Prov Jawa Timur, Heru Tjahjono, mengatakan Pemprov Jatim beserta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim akan mulai membahas usulan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Malang Raya.
Berkas pengajuan penerapan PSBB Malang Raya kini sudah masuk ke meja sekda dan gubernur.
Namun, untuk keputusannya masih harus dilakukan kajian epidemiologi sebagai dasar dari penetapan PSBB di suatu wilayah.
"Malam ini kami akan rapatkan kemungkinan PSBB Malang Raya," tegas Heru yang diwawancara di Makodim 0817 di sela sela peninjauan dapur umum bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (7/5/2020) sore.
2. Poin-poin Dasar PSBB Bisa Diterima
Sebelumnya, Gubernur Khofifah sempat menyampaikan beberapa poin dasar penentuan suatu wilayah bisa menerapkan PSBB yang dilihat dari kajian saintifik dan bukan kebijakan atau kepentingan politik.
Hal itu disampaikan Khofifah karena beberapa waktu belakangan juga banyak yang menanyakan terkait rencana melakukan PSBB di tingkat satu provinsi.
"Melakukan PSBB itu bukan keputusan politik tapi keputusan scientifik. Dalam menentukan keputusan PSBB Surabaya Raya misalnya, ada kajian para epidemiologi, ada Ikatan Dokter Indonesia, dan ada kajian juga dari Perhimpunan RS Indonesia, lalu ada Dr Joni dan Dr Kohar. Ada pola pembedahan Permenkes di sana," kata gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini.
Dari pembedahan tersebut dilihat kondisi wilayahnya adakah terjadi local transmission, lipatan penyebaran yang kemudian dilakukan skoring.
Pembobotan itulah yang akhirnya menjadikan dasar suatu daerah bisa dilakukan PSBB ataukah tidak, sehingga ia meminta masyarakat juga melihat kebijakan PSBB secara lebih bijaksana.
3. Testimoni Warga Bila PSBB Batal
Warga menyambut baik wacana pembatalan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Kabupaten Malang yang pernah dilontarkan Bupati Malang, Muhammad Sanusi.
Salah satunya, Hidayat, yang semringah mendengar rencana pembatalan PSBB Kabupaten Malang itu.
Pedagang cilok yang biasa berkeliling di area Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang itu berharap situasi pandemi segera reda.
"Pendapatan jelas terpangaruh adanya corona ini. Kalau ada PSBB malah tambah menurun nanti. Ini aja sekolah banyak ditutup gak bisa jualan," tutur Hidayat.
Hidayat mendukung PSBB batal dilakukan demi keberlangsungganya mencari nafkah.
"Saya mendukung dibatalkannya PSBB,"beber Hidayat.
4. Kabupaten Malang Semakin Bulat Membatakan PSBB
Sementara itu, Bupati Malang, Muhammad Sanusi memastikan wacana pembatalan PSBB semakin mendekati kenyataan.
"Bila tidak ada PSBB tapi masyarakat tetap tertib dan jaga jarak, saya rasa PSBB tidak diperlukan," beber Sanusi saat pembagian bantuan beras di Pasar Kebobang, Kecamatan Ngajum, Kamis (7/5/2020).
Selain imbauan physical distancing, Sanusi menerangkan akan memperketat pintu masuk di perbatasan Kabupaten Malang.
Artinya, pembatasan akses bagi warga luar kota masuk ke Kabupaten Malang tetap terlaksana.
"Kami berterima kasih kepada pak Dandim dan Pak Kapolres terkait penerapan dan penjagaan posko Check Point yang terus berjaga hingga kini," kata Sanusi.
5. Fokus Bupati Malang Solusi Pembatalan PSBB
Sanusi percaya diri bisa menekan angka perkembangan penularan Covid-19.
Caranya lewat optimalisasi penanganan medis guna menyembuhkan seluruh pasien positif virus corona di wilayahnya.
Salah satu wacana yang akan direalisasikan adalah alih fungsi Rusunawa ASN menjadi Rumah Sakit Khusus Pasien Covid-19.
"Kami berfokus penyelamatan masyarakat dari wabah virus, kami rawat semua yang positif di rumah sakit khusus," ungkap Sanusi.
Sanusi memastikan apapun keputusan yang ia tetapkan terkait penanggulangan Covid-19, adalah demi keselamatan masyarakat.
"Physical distancing demi ebaikan masyarakat Kabupaten Malang. Kami berharap semua warga selamat dari wabah virus corona," tuturnya sembari menyalakan mesin motor sport yang ia kendarai sore itu.
6. Sanusi Jamin Biaya Kesembuhan Pasien Covid-19
Bupati Malang, Muhammad Sanusi menegaskan pemerintahan yang ia pimpin sanggup membiayai berapapun biaya penyembuhan pasien Covid-19.
Ketika ditanya berapa anggaran yang disanggupi Pemkab Malang guna keperluan penyembuhan pasien corona, Sanusi menyatakan jumlah anggaran tidak terbatas.
"Tak terbatas. Berapapun kita siapi, karena kita ingin masyarakat tak terbebani dengan adanya wabah Covid-19," ujar Sanusi ketika ditemui di Pasar Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Kamis (7/5/2020).
7. Hasil Rapid Test Ratusan Santri Ponpes An Nuriyah Malang
Sementara itu, di tengah wacana PSBB Malang Raya yang masih belum jelas, Satgas Covid-19 terus melakukan repid test.
Sebanyak 350 santri dan ustaz di Pondok Pesantren An Nuriyah, Kota Malang di-rapid test oleh Satgas Covid-19 Nahdlatul Ulama. Hasilnya, tidak ada yang reaktif SARS-CoV-2.
Ketua Satgas Covid-19 NU, Syifa Mustika, menerangkan rapid test terhadap santri itu dalam rangka pencegahan penyebaran corona di lingkungan pesantren. Apalagi, para santri akan pulang ke daerahnya masing-masing.
“Santri dari Ponpes yang mau pulang kami bantu periksa kesehatannya. Kami juga berikan surat keterangan sehat sekaligus agar mereka bisa pulang ke rumah masing-masing,” ucap Syifa, Kamis (7/5/2020).
Selain rapid test, para santri juga diperiksa suhu tubuh, tensi darah dan denyut nadi.
Sampai saat ini, lanjut Syifa, sudah 600 lebih santri di lima Ponpes di wilayah Malang telah dilakukan rapid test oleh Satgas Covid-19 NU.
"Hasilnya, tidak satu orang yang reaktif SARS-CoV-2. Kemenkes memberikan kami alat rapid test sekitar 3.000 buah. Sekarang sudah terpakai sekitar 800-an,” ungkapnya.
Syifa menyebut masih ada tiga ponpes di Malang yang akan didatangi oleh tim Satgas Covid-19.
Apabila ada yang positif versi rapid test, tim satgas bakal berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.
“Mekanismenya adalah ponpes mengajukan permintaan pemeriksaan. Setelah kami datang, apabila ada yang positif akan kami koordinasikan,” pungkas Syifa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gubernur-jawa-timur-dan-ilustrasi-jalan-raya.jpg)