Virus Corona di Surabaya
Unair Dapatkan 6 Whole Genome untuk Penelitian Vaksin Covid-19, Alat Bantuan BIN Percepat Proses
Dari enam whole genome yang didapatkan Unair ini ada beberapa hal yang menarik. Salah satunya tipe pola yang mengikuti China.
Penulis: Ahmad Zaimul Haq | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Di sela serah terima bantuan alat laboratorium dari BIN, Rektor Universitas Airlangga (Unair), Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA mengatakan, Unair sudah mendapatkan enam whole genome dari sampel yang diambil sejak bulan Maret dan saat ini.
Whole genome merupakan sidik jari yang dimiliki virus Covid-19. Whole genome sendiri dikembangkan Unair untuk membuat vaksin covid-19 yang sedang dikembangkan.
Penemuan enam whole genome itu nanti akan segera diupload di GISAID, karena ini menjadi temuan yang sangat strategis untuk virus yang tersebar di Indonesia.
Dari enam whole genome yang didapatkan Unair ini ada beberapa hal yang menarik. Salah satunya tipe pola yang mengikuti China.
Kepala ITD Unair Prof Maria Inge Lusida mengungkapkan 6 whole genome yang ditemukan berasal dari 2p sample positif yang didapatkan ITD.
Dari 20 itu sudah hampir komplit ada 6, sehingga kalau sudah 100 persen kita akan deposit di data bank. Sementara 99,6 persen jadi hampir belum 100 persen.
Dari 6 whole genome yang ditemukan sudah cukup bagus dan bisa dianalisa. Sample yang diteliti juga didapatkan dari beberapa daerah di Indonesia.
Penelitian akan terus dilanjutkan dengan mengambil sample dari beberapa lagi daerah di Indonesia. Agar DNA-nya bisa diurutkan, bila dalam mengurutkannya tidak ada yang terlewat, berarti tidak ada virus yang bermutasi di Indonesia.
Simak keterangan: Tim peneliti Unair, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si., Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA dan Kepala ITD Unair Prof Maria Inge Lusida dalam video di atas.
Badan Intelejen Negara (BIN) memberikan sejumlah peralatn laboratorium pada Universitas Airlangga (Unair), Jumat (8/5/2020).
Alat-alat laboratorium itu untuk mendukung proses riset yang kini dilakukan Unair untuk meneliti Covid-19 agar bisa menemukan obat yang bisa diproduksi massal.
Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih mengapresiasi bantuan alat-alat lengkap yang diberikan BIN. Karena tidak mudah mendatangkan alat-alat laboratorium untuk penelitian ini di tengah pandemi.
“BIN bisa mendatangkan alat-alat ini dengan mudah, kami berterima kasih. Orang punya uang belum tentu bisa membelinya dengan cepat,” ujar Prof Nasih.
Unair sendiri menurunkan tim untuk penelitian ini di bawah komando tiga orang profesor yakni Prof Sutjipto, Prof Nancy Margarita Rehatta serta Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih.
Prof Nyoman mengaku senang mendapatkan bantuan alat-alat canggih dari BIN. Karena ini akan mempercepat proses penelitian yang dilakukannya bersama tim peneliti Unair lainnya.