Kamis, 23 April 2026

Berita Malang Hari Ini 10 Mei 2020 Populer: Sepakat Ajukan PSBB & Data Bantuan Sosial Banyak Ganda

Berita Malang Populer hari ini 10 Mei 2020 mulai Pimpinan Daerah Malang Raya kompak sepakat terapkan PSBB

Penulis: Farid Farid | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/Artikel Bantuan Sosial Ganda
Ilustrasi Artikel Berita Malang Hari Ini 10 Mei 2020 Populer: Sepakat Ajukan PSBB & Data Bantuan Sosial Banyak Ganda 

Data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) terdampak Covid-19 di Kota Malang banyak yang dobel dan fiktif.

Hal tersebut diketahui, setelah beberapa hari lalu warga Kelurahan Kiduldalem mendapatkan bantuan tersebut dari pusat.

Di mana data yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang, tidak sinkron dengan data yang dilakukan oleh pusat.

Untuk itu, proses pendataan bagi warga penerima bantuan menjadi bagian yang paling rancu.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menyampaikan, bahwa data dari pusat tersebut merupakan data penerima BLT pada tahun 2019 lalu.

"Kemensos ini mengambil data lama, meski Dinas Sosial Kota Malang sudah mengirimkan data terkini, tapi yang dipakai data yang lama," ucapnya Sabtu (9/5/2020).

Agar hal tersebut tidak terulang kembali, Pemerintah Kota Malang kini sedang melakukan verifikasi data.

Wasto menyampaikan, masyarakat juga harus memahami, bahwa BST ini dibedakan menjadi tiga macam.

Yakni BST dari Pemerintah Pusat Kementerian Sosial senilai Rp 600 Ribu, Pemkot Malang senilai Rp 300 Ribu dan dari Pemprov Jatim senilai Rp 200 Ribu.

Bagi masyarakat yang telah mendapatkan bantuan dari Pemkot, maka tidak akan lagi mendapatkan bantuan dari pusat dan dari Pemprov, begitu juga sebaliknya.

Dikarenakan, bantuan ini sifatnya tidak boleh double. Yakni hanya diperuntukkan untuk satu Kartu Keluarga (KK).

Di mana masyarakat yang telah mendapatkan bantuan dari pusat, maka tidak bisa lagi mendapatkan bantuan dari Pemkot.

"Jadi ini perlu dilakukan penyesuaian. Karena kemarin masih ada yang double. Jadi masyarakat yang terlanjur dapat dari daerah, kita hentikan di bulan berikutnya, karena telah mendapatkan dari pusat," ucapnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Malang kini menggunakan aplikasi yang bernama SiBansos yang dipergunakan dalam melakukan pendataan.

Pendataan tersebut dilakukan dengan menggunakan NIK KTP.

Melalui aplikasi itu pula, nantinya nama-nama yang dobel akan secara langsung tereliminasi.

"Memang hasil cek ricek penerima BST dari pusat di Kiduldalem ada yang sudah menerima dari daerah. Maka dari itu perlu adanya penyesuaian," ucapnya.

Data Dobel & Fiktif

Sementara itu, Lurah Kiduldalem, Atiyatul Husna menyampaikan, bahwa dalam penyaluran bansos di wilayahnya banyak ditemukan data yang dobel dan fiktif.

Dari 414 nama penerima bantuan yang telah terdaftar, 48 di antaranya harus dikembalikan lagi pusat.

"Permasalahannya macam-macam. Ada yang alamatnya tidak ditemukan. Ada yang pindah rumah, meninggal dunia, di penjara dan dobel KK/KTP," ucapnya.

Dia menyampaikan, bahwa data warga yang diterima dari pusat juga terkesan dadakan.

Di mana data tersebut datang H-1 atau malam hari sebelum besoknya bisa diambil langsung oleh warga.

"Datangnya itu malam. Dan kami kewalahan. Data itu datang seperti surat undangan yang sudah tertera namanya," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji meminta kepada masyarakat yang belum menerima bantuan agar tetap bersabar.

Dikarenakan pihaknya sampai saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi data.

Hal ini dilakukan, karena Sutiaji tidak ingin, ada nama-nama lagi yang dobel.

"Kemarin itu yang dobel ada 200-300 orang. Sampai kami telepon Korsupgah KPK untuk membuat berita acara. Jadi kami mohon bersabar. Karena kami tidak ingin overlaping," ucapnya.

Sutiaji menyampaikan, bahwa nantinya akan ada sekitar 89 ribu orang yang bakal menerima bantuan sosial tunai di Kota Malang.

Masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan dari pusat, akan disalurkan melalui bantuan dari Pemkot ataupun Pemprov.

Saat ini, sudah ada 15 orang yang telah didata untuk mendapatkan bantuan dari Pemprov Jatim.

"Sekali lagi mohon bersabar. Dana yang turun dari Pemprov senilai Rp 200 Ribu akan kami tambah Rp 100 Ribu. Jadi biar sama seperti bantuan dari Pemkot senilai Rp 300 Ribu. Tambahan Rp 100 Ribu juga dari kami (Pemkot) yang menambahkan," tandasnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved