Selasa, 5 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini 11 Mei 2020 Populer: Pasar Jadi Tempat Penularan Corona & Video Maling Burung

Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini Senin 11 Mei 2020 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
KOLASE SURYAMALANG.COM
Ilustrasi pasar dan lokasi maling burung di Malang 

SURYAMALANG.COM - Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini Senin 11 Mei 2020 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Berita Malang hari Ini mencakup tentang pasar yang menjani lokasi baru penyebaran dan penularan virus corona atau Covid-19 di Malang.

Selain itu ada juga kabar tentang fakta dibalik ideo viral warga hajarmaling burung di Malang.

Berikut ini rangkuman Berita Malang hari ini dari liputan langsung wartawan di lapangan.

1. Pasar Jadi Tempat Penyebaran Baru Corona, Begini Reaksi Pemkot Malang

Polresta Malang Kota saat melakukan pembagian takjil kepada masyarakat di sekitar wilayah Pasar Comboran, Senin (4/5/2020)
Polresta Malang Kota saat melakukan pembagian takjil kepada masyarakat di sekitar wilayah Pasar Comboran, Senin (4/5/2020) (TribunJatim/Kukuh Kurniawan)

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengimbau para kepala daerah menerapkan pembatasan sosial di pasar tradisional. Secara khusus, Doni meminta para pedagang diberi face shield agar penyebaran corona di pasar tradisional dapat dicegah.

“Bisa nanti para kepala daerah membuat Peraturan Bupati atau Peraturan Wali Kota supaya para pedagang ini pakai face shield untuk mencegah penularan virus corona,” ucap Doni saat melakukan video conference bersama para kepala daerah di Jawa Timur, Minggu (10/5/2020).

Menurut Doni, pasar tradisional harus tetap buka meski terdapat beberapa kasus penyebaran corona. Sebab jika operasional terhenti, akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Jangan tidak terpapar virus tapi kita terkapar PHK, terkapar secara ekonomi,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga diizinkan menggunakan ruang terbuka agar penerapan jaga jarak dapat dilaksanakan.

Doni mencontohkan pasar tradisional di Jawa Tengah yang menggunakan jalan umum.

“Kalau perlu pakai jalan nggak apa-apa asalkan penerapan pembatasan fisik itu berjalan,” lanjut dia.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan siap melanjutkan imbauan Doni di Kota Malang.

Kebijakan pembatasan sosial di pasar, katanya, memungkinkan untuk diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kini sedang dirancang.

“Jadi yang namanya physical distancing itu tidak lepas dari masker, penggunaan face shield, sampai jaga jarak. Apabila PSBB dilakukan mau nggak mau itu harus dijalankan,” ujar Sofyan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved