PSBB Malang Raya
UPDATE PSBB Malang Raya 13 Mei 2020: Daftar Titik Check Poin Hingga Usulan 14 Kecamatan Zona Merah
Berikut update PSBB Malang Raya hari ini Rabu 13 Mei 2020 yang sudah berhasil dirangkum tim SURYAMALANG.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
4. Pemerintah Kabupaten Malang menggelar rapat pembahasan peraturan bupati (Perbup) jelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya.

Rapat digelar di Pendapa Peringgitan Pemkab Malang melibatkan jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (11/5/2020).
Materi pembahasan rapat seputar regulasi yang diterapkan saat PSBB. Meliputi pemberlakuan jam malam, pekerja, check poin, bantuan sosial dan sosialisasi.
Bupati Malang, Muhammad Sanusi memimpin langsung rapat malam ini.
PSBB Malang Raya yang sekarang masih diajukan ke Meneteri kesehatan diharapkan cukup 14 hari saja.
Sanusi mengusulkan ada 14 kecamatan yang diterapkan PSBB.
Yakni Kecamatan Lawang, Singosari, Pakis, Bululawang, Pujon, Ngantang, Ngajum, Pakisaji, Dau, Wajak, Karangploso, Kepanjen, Ampelgading, dan Pagelaran.
Hal tersebut didasarkan pada ditetapkannya zona merah Covid-19 di daerah tersebut.
Hingga kini rapat membahas perbup masih tetap digelar.
5. Bupati Malang, Muhammad Sanusi mengimbau warganya bersikap disiplin mematuhi peraturan pemerintah saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Ya begini, kalau tidak disiplin konsekuensinya bisa kena (terjangkit) Covid-19. Kalau kena ya ditanggung sendiri. Jangan salahkan bupati jika sampai kena (Covid-19)," ujar Sanusi usai gelar rapat PSBB bersama Forkopimda Kabupaten Malang di Pendapa Peringgitan Agung, Selasa (12/5/2020).
Sanusi menambahkan, seluruh masyarakat wajib menerapkan protokol pencegahan Covid-19.
Seperti halnya memakai masker ketika keluar rumah, rajin mencuci tangan, terapkan jaga jarak hingga menghindari kegiatan berkerumun.
Sanusi juga melarang warganya melakukan mudik lebaran ke luar kota.
"Siapapun bisa kena atau terjangkit virus corona saat ini. Kami mengimbau kepada warga agar disiplin," ujar Sanusi.
Sanusi menerangkan sudah tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak memakai masker.
Menurutnya membuat masker sangatlah mudah. Bisa memanfaatkan kain atau tisu.
"Maskernya gak perlu mahal-mahal bisa memanfaatkan kaos-kaos bekas dipotong jadi masker juga boleh. Bahkan saya dengar dari pusat pakai tisu lalu dikareti jadi masker juga bisa," ujar Sanusi memberi tips.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/psbb-malang-raya-polres-malang.jpg)