Breaking News:

PSBB di Surabaya

Warga Pengambil BST Mengular dan Berkerumun di Kantor Pos Besar Kebon Rojo Saat PSBB Surabaya

Di saat PSBB di Surabaya berlaku, cara pengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) di kantor Pos justru menyebabkan Antrian dan kerumunan

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Tony Hermawan
Kondisi antrian warga yang hendak mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) di depan Kantor Pos Kebun Rojo, Sabtu (16/5/2020). Nampak kerumunan warga mengabaikan physical distancing di saat PSBB Surabaya 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA -  Antrian dan kerumunan warga yang akan mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya di Kantor Pos Kebun Rojo, , Sabtu (16/5/2020) menjadi sorotan.

Kantor Pos Kebun Rojo, Surabaya dipenuhi warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang terdampak dari pandemi corona, Sabtu (16/5/2020).

Bahkan, di pagi hari antrian memanjang hingga jalan Kepanjen yang berada di sisi barat kantor Pos, hingga di depan Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria.

Kondisi antrian warga yang hendak mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) di depan Kantor Pos Kebun Rojo, Sabtu (16/5/2020) pagi.
Kondisi antrian warga yang hendak mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) di depan Kantor Pos Kebun Rojo, Sabtu (16/5/2020) pagi. (Khenzo untuk SURYAMALANG.COM)

Terlihat barisan antrian begitu rapat yang tentunya itu tidak menerapkan physical distancing.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, di siang hari antrian itu berpindah ke stand warung PKL yang lokasinya persis di depan kantor pos.

Terlihat para warga yang menunggu jam antrian itu, memilih berteduh di stand PKL tersebut.

Sedangkan di depan pintu masuk, ada puluhan warga terlihat sedang berjubel.

Ada sekitar 4 petugas keamanan sedang menahan, untuk memeriksa nomor antrian agar tidak terjadi penumpukan massa di dalam kantor pos ini.

Arief Kepala Koordinator Security mengatakan, antrian itu sudah terjadi sejak pukul 07.00 WIB.

"Dari pagi mulai kami buka sudah banyak yang datang," kata dia saat ditemui, Sabtu (16/5/2020).

Arief menuturkan kondisi ini berbeda dari hari sebelumnya. Di mana enam hari sebelumnya, tempat ini hanya melayani 300-an warga kali ini hingga 1000 lebih.

Saat disinggung masalah antrian yang mengular, ia menampik dan menjawab, ya tidak juga.

"Ya gak juga karena kami juga sudah bagi jamnya," ucap dia.

Arief menambahkan, bagi para warga yang akan memasuki area tersebut harus menerapkan aturan physical distancing.

"Ya semua ya harus pakai masker," pungkas dia.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved