Virus Corona di Jatim

Ada Rumah Sakit jadi Klaster Baru Covid-19 di Jatim, 502 Kasus Baru Positif Covid-19 jadi Perhatian

Yang baru ada klaster dari salah satu rumah sakit, yang positif sebanyak 20 orang. Sebanyak 12 di antaranya adalah dari tenaga kesehatan

SURYAMALANG.COM/Sugiharto
Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Kohar Hari Santoso menjelaskan perkembangan perkembangan penyebaran virus covid19 di daerah surabaya sidoarjo dan gresik, Senin (18/5/2020). Meski sudah masuk tujuh hari PSBB tahap ke dua tren penyebaran virus covid 19 masih mengalami peningkatan. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jumlah kasus baru positif covid-19 melonjak drastis hari ini,Kamis (21/5/2020) dengan adanya konfirmasi 502 kasus.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Kohar Hari Santoso menegaskan bahwa tambahan 502 kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim hari ini, Kamis (21/5/2020), mayoritas adalah dari klaster yang sudah ada.

Namun begitu juga ada tambahan klaster baru dari klaster salah satu rumah sakit di Surabaya.

Di mana ada sejumlah tenaga kesehatan yang terjangkit covid-19.

"Mayoritas memang tambahan barunya dari klaster yang sudah ada. Yang baru ada klaster dari salah satu rumah sakit, yang positif sebanyak 20 orang. Sebanyak 12 di antaranya adalah dari tenaga kesehatan. Empat orang di antaranya dokter dan tiga diantaranya adalah 3 dokter spesialis," kata Kohar.

Dikatakan Kohar para tenaga kesehatan tersebut mayoritas tidak melakukan penanganan pada pasien covid-19. Melainkan memberikan pelayanan di tempat lain.

Selain dari klaster rumah sakit, dikatakan Kohar yang juga menjadi penambah kasus baru adalah warga masyarakat yang usai melakukan perjalanan luar negeri sebanyak 12 orang.

Kemudian juga ada beberapa yang usai melakukan perjalanan dari dan ke wilayah di Jatim.

Lebih lanjut dikatakan Kohar tambahan kasus positif covid-19 hari ini adalah tambahan kasus terbanyak dalam musim pandemi di Jawa Timur.

Di sisi lain Ketua Tim Kuratif Joni Wahyuhadi mengatakan, menurutnya menjadi warning adalah tambahan kasus dari OTG dan ODP yang menjadi potensi penularan berikutnya.

"Yang OTG ini mayoritas adalah mereka yang secara mandiri mengajukan tes PCR ke rumah sakit. Kemudian ternyata swabnya positif, padahal mereka tidak dirawat di rumah sakit," kata Joni.

Jika tidak dirawat di rumah sakit maka dia tidak mengisolasi mandiri dan berpotensi menularkan ke orang lain.

Oleh sebab itu bagi OTG, ODP yang dinyatakan positif diharapkan agar segera melakukan isolasi mandiri atau memanfaatkan ruang observasi yang sudah disediakan pemerintah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved