Update virus corona di Malang Raya & Jatim Hari Ini Jumat 22 Mei 2020 : ada 6 Pasien Baru Covid-19

imak Update virus corona di Malang Raya dan Jawa Timur hari ini Jumat 22 Mei 2020. Secara keseluruhan saat ini ada 96 orang pasitif

instagram.com/pemkotbatu_official /twitter.com/pemkotmalang
Ilustrasi Artikel Update virus corona di Malang Raya & Jatim Hari Ini Jumat 22 Mei 2020 : ada 6 Pasien Baru Covid-19 

Data pasien ODP atau Orang Dalam Pemantauan  wilayah Kabupaten Malang total ada 444 orang bertambah dari sehari sebelumnya 426. 

 Pasien positif corona

  • 1 Pasien di Kecamatan Ampelgading
  • 4 Pasien di Kecamatan Bululawang
  • 5 Pasien di Kecamatan Dau
  • 4 Pasien di Kecamatan Karangploso
  • 1 Pasien di Kecamatan Kepanjen
  • 8 Pasien di Kecamatan Lawang
  • 1 Pasien di Kecamatan Ngajum
  • 2 Pasien di Kecamatan Ngantang
  • 1 Pasien di Kecamatan Pagelaran
  • 4 Pasien di Kecamatan Pakis
  • 3 Pasien di Kecamatan Pakisaji
  • 1 Pasien di Kecamatan Poncokusumo
  • 4 Pasien di Kecamatan Pujon
  • 15 Pasien di Kecamatan Singosari
  • 1 Pasien di Kecamatan Wajak
  • 1 Pasien Belum di Publish Pemkab Malang

Pasien Dalam Pengawasan

  • 6 Pasien di Kecamatan Ampelgading
  • 3 Pasien di Kecamatan Bantur
  • 5 Pasien di Kecamatan Bululawang
  • 5 Pasien di Kecamatan Dammpit
  • 18 Pasien di Kecamatan Dau
  • 1 Pasien di Kecamatan Gedangan
  • 1 Pasien di Kecamatan Gondanglegi
  • 6 Pasien di Kecamatan Jabung
  • 18 Pasien di Kecamatan Karangploso
  • 1 Pasien di Kecamatan Kasembon
  • 6 Pasien di Kecamatan Kepanjen
  • 25 Pasien di Kecamatan Lawang
  • 1 Pasien di Kecamatan Ngajum
  • 10 Pasien di Kecamatan Ngantang
  • 1 Pasien di Kecamatan Pagak
  • 2 Pasien di Kecamatan Pagelaran
  • 15 Pasien di Kecamatan Pakis
  • 8 Pasien di Kecamatan Pakisaji
  • 2 Pasien di Kecamatan Poncokusumo
  • 20 Pasien di Kecamatan Pujon
  • 60 Pasien di Kecamatan Singosari
  • 2 Pasien di Kecamatan Sumbermanjing wetan
  • 5 Pasien di Kecamatan Sumberpucung
  • 10 Pasien di Kecamatan Tajinan
  • 3 Pasien di Kecamatan Tirtoyudo
  • 11 Pasien di Kecamatan Tumpang
  • 3 Pasien di Kecamatan Turen
  • 6 Pasien di Kecamatan Wagir
  • 2 Pasien di Kecamatan Wajak
  • 3 Pasien di Kecamatan Wonosari

Orang Dalam Pemantauan

  • 1 Pasien di Kecamatan Ampelgading
  • 2 Pasien di Kecamatan Bantur
  • 15 Pasien di Kecamatan Bululawang
  • 6 Pasien di Kecamatan Dampit
  • 16 Pasien di Kecamatan Dau
  • 2 Pasien di Kecamatan Donomulyo
  • 2 Pasien di Kecamatan Gedangan
  • 8 Pasien di Kecamatan Gondanglegi
  • 11 Pasien di Kecamatan Jabung
  • 7 Pasien di Kecamatan Kalipare
  • 18 Pasien di Kecamatan Karangploso
  • 2 Pasien di Kecamatan Kasembon
  • 35 Pasien di Kecamatan Kepanjen
  • 52 Pasien di Kecamatan Lawang
  • 7 Pasien di Kecamatan Kromengan
  • 4 Pasien di Kecamatan Ngajum
  • 20 Pasien di Kecamatan Ngantang
  • 5 Pasien di Kecamatan Pagak
  • 2 Pasien di Kecamatan Pagelaran
  • 20 Pasien di Kecamatan Pakis
  • 30 Pasien di Kecamatan Pakisaji
  • 8 Pasien di Kecamatan Poncokusumo
  • 23 Pasien di Kecamatan Pujon
  • 58 Pasien di Kecamatan Singosari
  • 2 Pasien di Kecamatan Sumbermanjingwetan
  • 9 Pasien di Kecamatan Sumberpucung
  • 25 Pasien di Kecamatan Tajinan
  • 13 Pasien di Kecamatan Tumpang
  • 19 Pasien di Kecamatan Turen
  • 16 Pasien di Kecamatan Wagir
  • 2 Pasien di Kecamatan Wajak
  • 4 Pasien di Kecamatan Wonosari

Tambahan 502 Kasus Baru Jawa Timur, 6 dari Malang Raya Pemprov Jatim Warga Disiplin

 Jumlah kasus positif covid-19 di Jatim melonjak drastis hari ini, Kamis (21/5/2020), pertambahan kasus baru positif covid-19 di Jawa Timur tembus 502 kasus.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Jawa Timur hari ini menjadi penambahan tertinggi sepanjang masa pandemic covid-19.

Terlebih ledakan jumlah kasus terkonfirmasi positif ini di tengah masa penerapan pembatasan social berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya dan Malang Raya.

Dari jumlah pertambahan kasus baru hari ini, Kota Surabaya menjadi penyumbang pertambahan kasus baru positif covid-19 terbanyak yaitu mencapai 311 orang.

"Ini tambahan kasus baru tertinggi," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (21/5/2020) malam.

Setelah Surabaya, urutan kedua tambahan kasus positif baru terbanyak adalah dari Kabupaten Sidoarjo sebanyak 57 orang, kemudian disusul tambahan kasus baru terkonfirmasi positif dari Kabupaten Probolinggo sebanyak 31 orang.

Tambahan kasus baru di Kabupaten Gresik juga mencapai 27 orang.

Selain itu tambahan kasus baru sebanyak 3 orang disumbang oleh Kota Malang, dan tambahan 2 kasus baru juga disumbang oleh Kota Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Bojonegoro.

Sedangkan Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Probolinggo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang, Kabupaten Tuban menyumbang 1 orang.

Di sisi lain, tambahan kasus PDP di Jawa Timur sampai hari ini ada sebanyak 5.267 orang, dan untuk kasus ODP ada sebanyak 23.271 kasus.

Dan untuk kasus terkonfirmasi positif covid-19 yang tengah dirawat 2262 orang, dan kasus PDP sebanyak 2.296 dan OPD yang masih aktif ada sebanyak 23.271 orang.

Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa total pertambahan kasus baru covid-19 hari ini sesuai dengan yang diumumkan oleh pemerintah pusat yaitu sebanyak 502 kasus baru.

Dari jumlah itu yang sudah dilakukan konfirmasi oleh Pemprov Jawa Timur sebangak 451 orang.

"Sebanyak 51 sisanya memang sudah jelas tambahan kasus positif covid-19, namun kita masih lacak dan konfirmasi ke kabupaten kota berdasarkan domisili orang yang terkonfirmasi," kata Joni.

Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Dirut RSUD dr Soetomo ini menyebutkan bahwa tambahan kasus baru di Jatim sebanyak 502 kasus tersebut mayoritas adalah hasil PCR dari ITD Unair sebanyak 488 orang di tanggal 18, 19 dan 20 Mei 2020.

Dikatakan Joni, tambahan kasus terbanyak ini menjadi warning bagi seluruh warga Jawa Timur bahwa seluruh warga harus disiplin dengan ketat.

Jika peningkatan kasus terus bertambah, maka yang harus disediakan pemerintah untuk masyarakat bukan hanya masker, hand sanitizer dan sosialisasi physical distancing.

"Kalau kita tak bisa disiplin maka yang disediakan pemerintah adalah ruang observasi, rumah sakit, ventilator, dan peti mati. Dan sarana yang disediakan oleh pemerintah tidak akan pernah cukup sebelum penyebarannya tidak ditangani," tegas Joni.

Ia menegaskan bahwa tambahan kasus terbanyak memang di Surabaya Raya yang kuantitaf mencapai 395, dan Malang Raya bertambah 6 orang.

Untuk itu ia meminta agar seluruh masyarakat harus disiplin mematuhi aturan Pergub, Perbup dan Perwali yang sudah mengatur PSBB.

"Tambahan Kasus ini berasal dari PDP lalu berubah jadi positif sebanyak 34 persen dan 12 persen dari ODP," tegas Joni.


(Farid Farid/ Fatimatus Zahro suryamalang.com)

Penulis: Farid Farid
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved