Jumat, 10 April 2026

Berita Jember Hari Ini

Polisi Sebut Pembuat Petasan di Jember Ternyata Residivis

Sukarto (55), pembuat petasan asal Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah yang tewas akibat ledakan petasan yang dibuatnya, ternyata resedivis

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: isy
Polres Jember
Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono didampingi Kapolsek Jenggawah AKP Sunarto ketika mendatangi lokasi meledaknya petasan di Desa Wonojati, Jenggawah, Jember, Rabu (27/5/2020) 

SURYAMALANG.COM | JEMBER - Sukarto (55), pembuat petasan asal Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah yang tewas akibat ledakan petasan yang dibuatnya, ternyata bukan kali ini saja membuat petasan. Lelaki itu pernah dibui selama tujuh bulan penjara di Lapas Jember juga karena memiliki dan menyimpan bahan peledak jenis petasan.

"Yang bersangkutan (Sukarto) ini ternyata residivis dalam kasus sama, kepemilikan bahan peledak. Dia divonis tujuh bulan penjara oleh PN Jember, dua tahun lalu," ujar Kapolsek Jenggawah AKP Sunarto kepada Surya, Rabu (27/5/2020).

Dari informasi yang dihimpun Surya, tahun 2018 lalu jajaran Satreskrim Polres Jember menangkap Sukarto karena diketahui memiliki dan menyimpan bahan peledak jenis petasan. Majelis hakim PN Jember menjatuhi vonis tujuh bulan penjara terhadap lelaki itu.

Petasan Meledak di Jember, 1 Orang Tewas, 2 ABG Terluka

Setelah keluar dari penjara, lelaki itu masih membuat petasan.

Hal ini diketahui ketika petasan yang dibuatnya meledak, Rabu (27/5/2020).

Ledakan petasan itu membuat Sukarto tewas seketika di dapur rumahnya.

"Rupanya setelah keluar dari penjara, secara musiman masih membikin petasan. Karenanya, langkah selanjutnya, kami akan menyelidiki kasus ini, untuk mengetahui dari mana dia mendapatkan bahan, dan mungkin ada orang lain yang juga membuat petasan seperti yang bersangkutan," imbuh Sunarto.

Pada Rabu (27/5/2020), dua orang pembeli petasan datang kembali ke rumah Sukarto untuk menyampaikan komplain.

Keduanya komplain karena satu petasan yang dibeli tidak bisa meledak. Sukarto lantas memperbaiki petasan itu di dapur rumahnya.

Saat mengebor sekitar sumbu, petasan itu meledak.

Sukarto tewas seketika.

Ada dua orang pembeli yang masih anak remaja menderita luka.

Satu orang terluka ringan, dan satu orang dirawat di rumah sakit.

Ketika polisi mendatangi TKP, jasad Sukarto telah dipindahkan dari dapur.

Polisi hanya menemukan sisa petasan yang meledak.

"Kertas sisa petasan itu juga sudah berkurang. Ada sisa residu petasan juga," imbuh Sunarto.

Polisi terus menyelidiki kasus tersebut.

Sunarto menegaskan, pihaknya tidak ingin ada warga yang membuat petasan di wilayah hukum Polsek Jenggawah, juga Polres Jember.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved