Virus Corona di Jatim

BREAKING NEWS: Anak Nakes Hingga Sopir yang Tangani Covid-19 Dapat Kuota Kursi PPDB SMAN-SMKN Jatim

Kuota khusus bagi anak- anak Nakes yang menangani langsung pasien covid-19 itu merupakan bentuk apresiasi khusus Gubernur Jawa Timur Khofifah

SURYAMALANG.COM/Sugiharto
ILUSTRASI - Para petugas kesehatan melayani rapid test dan tes swab di mobil laboratorium bantuan Badan Intelejen Nasional di Jalan Gresik Surabaya, Sabtu (30/5/2020). Para tenaga kesehatan yang akan menyekolahkan anaknya ke jenjang SMA atau SMK bisa mendaftar ke sekolah negeri dengan kuota khusus yang disediakan Pemprov Jatim 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Anak para tenaga kesehatan (Nakes) yang menangani langsung pasien covid-19 akan mendapat kuota khusus dalam PPDB SMA/ SMK Negeri Jatim.

Kuota khusus bagi anak- anak Nakes yang menangani langsung pasien covid-19 itu  merupakan bentuk apresiasi khusus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bagi tenaga kesehatan.  

Kuota sebesar satu persen dari total seluruh kursi SMA SMK Negeri di Jatim disediakan khusus bagi putra putri tenaga kesehatan yang akan mengikuti PPDB tahun ajaran 2020/2021.

“Kami memberikan kuota khusus sebanyak satu persen dari total seluruh kuota kursi dalam PPDB pekan depan untuk anak tenaga medis yang terlibat langsung dalam penangnan covid-19 pada rumah sakit rujukan provinsi Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah dalam jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (30/5/2020).

Pada penerimaan peserta didik baru jenjang SMA dan SMK negeri provinsi Jawa Timur yang akan dimulai pekan depan, para tenaga kesehatan akan diberikan kuota khusus untuk bisa memasukkan anaknya ke sekolah jenjang menengah atas negeri.

Dikatakan Khofifah para tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam layanan penanganan covid-19 di Jawa Timur. Mereka memberikan dedikasi terbaik untuk bisa melayani pasien dan layak untuk mendapatkan apresiasi.

“Yang kami masukkan dalam kategori tenaga kesehatan ini tak hanya dokter tak hanya perawat tapi juga sampai sopir ambulan yang telah mendedikasikan kemampuan terbaik mereka untuk menangani pasien covid-19,” tegas Khofifah.

Hal senada ditambahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi.

Ia mengatakan bahwa bentuk perhatian gubernur berupa kuota khusus bagi putra putri tenaga kesehatan ini bertujuan agar para tenaga kesehatan bisa tenang.

Tenaga kesehatan yang menjadi wali murid tak perlu lagi bingung mendapatkan kuota untuk anak-anaknya sekolah di jenjang SMA SMK negeri di Jawa Timur.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved