Senin, 4 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Unit Usaha yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan Dilarang Beroperasi saat Transisi New Normal di Malang

Unit Usaha yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan Dilarang Beroperasi saat Transisi New Normal di Malang

Tayang:
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Wali Kota Malang, Sutiaji 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang Sutiaji melarang sektor usaha yang belum memenuhi protokol kesehatan untuk beroperasi selama masa transisi.

Per 31 Mei sampai 6 Juni 2020, Kota Malang bersama Kabupaten Malang dan Kota Batu akan menjalani masa transisi menuju new normal atau kenormalan baru.

“Boleh buka kalau sesuai manual yang ada di Perwali,” ucap Sutiaji, usai rapat bersama Gubernur Jawa Timur di Bakorwil Malang, Minggu (31/5/2020).

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mengatur panduan bagi seluruh sektor usaha di masa transisi new normal.

Untuk mal, misalnya, harus menyediakan thermo gun, hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

Selain itu, pengelola mal wajib mengatur jarak aman antar pengunjung agar penularan Covid-19 bisa dicegah.

“Kalau sekarang sudah mulai buka besok kami cek. Tadi saya sudah bilang Kepala Satpol PP untuk melihat penerapannya bagaimana,” katanya.

Selama masa transisi new normal, kapasitas pengunjung di mal juga dipangkas menjadi 50 persen. Pun di bioskop, restoran dan transportasi publik.

“Gedung bioskop juga demikian (50 persen). Disamping tentu ada thermo gun, handsanitizer dan setiap pergantian jam putar film, harus dibersihkan dan disemprot disinfektan,” jelas politisi Demokrat ini.

Meski masa transisi new normal sudah dimulai, Sutiaji menegaskan belum akan membuka sekolah.

Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring (online) tanpa tatap muka.

“Pendidikan tanggal 1 masuk tapi tetap di rumah. Belajarnya tetap di rumah. Sambil menunggu, kami siapkan skema separo masuk separo libur,” ucap dia.

Selain pendidikan, taman kota dan car free day juga masih ditutup selama masa transisi.

Namun destinasi wisata dibuka dengan maksimal kunjungan 50 persen.

“Wisata dibuka tapi 50 persen saja,” tutupnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved